Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jakarta Fair 2026 Tetap Bidik Target Transaksi Tinggi
Pengunjung memadati event Jakarta Fair Kemayoran 2025 di JIExpo, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
09:56
5 Juni 2026

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jakarta Fair 2026 Tetap Bidik Target Transaksi Tinggi

Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tetap memasang target tinggi meski kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat sedang dalam tekanan.

Ajang pameran multiproduk terbesar di Indonesia itu optimistis mampu mencetak transaksi di atas capaian tahun lalu yang mencapai Rp7,3 triliun.

Direktur Marketing JIEXPO, Ralph Scheunemann, mengatakan optimisme tersebut didukung oleh tingginya partisipasi pelaku usaha serta besarnya animo masyarakat terhadap gelaran tahunan Jakarta Fair.

Pada penyelenggaraan tahun lalu, Jakarta Fair berhasil menarik 5,9 juta pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp7,3 triliun. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi penyelenggara untuk membukukan hasil yang lebih baik pada tahun ini.

"Tahun lalu transaksi mencapai Rp7,3 triliun dan pengunjung sekitar 5,9 juta orang. Tahun ini tentu kami berharap bisa lebih baik," kata Ralph dalam keterangannya, Kamis (4/5/2026).

Jakarta Fair 2026 akan berlangsung selama 32 hari, mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat. Event tersebut digelar bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.

Ralph menilai, optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, jumlah peserta pameran tahun ini meningkat menjadi 2.800 peserta dengan total 1.800 stan atau tenant.

Komposisinya terdiri dari 55 persen perusahaan swasta dan 45 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, peningkatan jumlah peserta menjadi sinyal positif bahwa dunia usaha masih melihat Jakarta Fair sebagai sarana efektif untuk mendorong penjualan sekaligus memperluas jaringan bisnis.

Berbagai produk akan dipamerkan selama penyelenggaraan Jakarta Fair, mulai dari otomotif, elektronik, gawai, komputer, perlengkapan rumah tangga, furnitur, fesyen, produk kreatif, kuliner hingga jasa keuangan.

Selain transaksi langsung, Jakarta Fair juga menjadi ajang pertemuan bisnis yang mempertemukan produsen dengan konsumen maupun calon mitra usaha.

Karena itu, pameran tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi nasional.

"Tema yang kami usung adalah Jakarta Fair sebagai Wadah Pameran Multiproduk, Hiburan, dan Pertemuan Bisnis untuk Mendorong Perdagangan serta Investasi dari UMKM hingga Industri Nasional dan Internasional," ucapnya.

Di sisi lain, penyelenggara juga mengandalkan sektor hiburan untuk menjaga jumlah kunjungan masyarakat. Selama 32 hari penyelenggaraan, Jakarta Fair akan menghadirkan berbagai acara mulai dari parade karnaval, pesta kembang api, wahana permainan hingga konser musik.

Sejumlah musisi papan atas dijadwalkan tampil dalam Jakarta Fair Music Concert, di antaranya Slank, Hindia, Sal Priadi, Kotak, J-Rocks, Last Child, Tipe-X, The Changcuters, Fiersa Besari, Juicy Luicy, Superman Is Dead, Endank Soekamti, JKT48 hingga NDX AKA.

Dengan kombinasi antara pameran dagang, hiburan dan peningkatan jumlah peserta, penyelenggara berharap Jakarta Fair 2026 mampu menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi sekaligus mencetak transaksi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengunjung memadati event Jakarta Fair Kemayoran 2025 di JIExpo, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]Pengunjung memadati event Jakarta Fair Kemayoran 2025 di JIExpo, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Jakarta Fair 2026 akan dibuka setiap hari dengan harga tiket masuk Rp40 ribu untuk Senin, Rp50 ribu pada Selasa hingga Jumat, serta Rp60 ribu pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #tengah #tekanan #ekonomi #jakarta #fair #2026 #tetap #bidik #target #transaksi #tinggi

KOMENTAR