Ketika Influencer Tak Lagi Cukup, Brand Cari Hasil yang Terukur
Ilustrasi merger.(Freepik/rawpixel)
10:16
3 Juni 2026

Ketika Influencer Tak Lagi Cukup, Brand Cari Hasil yang Terukur

- Perubahan lanskap digital mendorong perusahaan semakin mencari strategi pemasaran yang tidak hanya mampu menciptakan perhatian publik, tetapi juga menghasilkan dampak bisnis yang terukur. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pendorong terjadinya penggabungan antara MediaScience, perusahaan yang bergerak di bidang digital media buying, media planning, dan performance marketing, dengan Eden, agensi digital yang fokus pada influencer marketing, strategi kampanye, dan komunikasi berbasis budaya.

Langkah tersebut dilakukan oleh WOW Group di tengah semakin kompleksnya perjalanan konsumen serta berkembangnya berbagai platform digital yang mengubah cara brand berinteraksi dengan audiens.

Merger ini tidak hanya memperkuat kapabilitas agency, tetapi juga membuka peluang bagi brand untuk mendapatkan solusi komunikasi yang lebih menyeluruh,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Eden Marcia Julia dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (3/6/2026).

Menurut perusahaan, kebutuhan pasar saat ini telah bergeser. Brand tidak lagi hanya membutuhkan kampanye yang mampu menciptakan awareness atau viralitas, tetapi juga mampu memberikan hasil yang dapat diukur terhadap tujuan bisnis.

Baca juga: Strategi Pemasaran Digital Berubah di Tengah Tekanan AI dan Persaingan Global

Perubahan Kebutuhan Pemasaran Digital

(Kiri ke kanan) Marcia Julia, Chief Executive Officer PT Eden Kreasi Indonesia & Frebriansyah, Founder PT Eden Kreasi Indonesia, saat 
menyampaikan strategi penguatan kapabilitas pemasaran digital dalam acara pengumuman merger di Jakarta, Senin (2/6/2026).DOK. EDEN (Kiri ke kanan) Marcia Julia, Chief Executive Officer PT Eden Kreasi Indonesia & Frebriansyah, Founder PT Eden Kreasi Indonesia, saat menyampaikan strategi penguatan kapabilitas pemasaran digital dalam acara pengumuman merger di Jakarta, Senin (2/6/2026).Dalam merger tersebut, MediaScience menggabungkan keahliannya di bidang digital media buying, media planning, dan performance marketing dengan kemampuan Eden dalam integrated KOL buying and services, campaign strategy, serta pengembangan komunikasi digital berbasis budaya dan komunitas.

Didirikan pada 2020, Eden berkembang menjadi agensi yang menangani lebih dari 30 brand aktif dari berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, e-commerce, nutrisi, personal care, home appliance, otomotif, hingga FMCG.

Perusahaan tersebut juga didukung lebih dari 30 personel dengan pengalaman gabungan selama 36 tahun. Pendekatan yang digunakan mengombinasikan kreativitas, pemahaman budaya lokal, dan pemanfaatan data dalam membangun kampanye digital.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan Eden adalah model influencer marketing yang memberikan akses langsung kepada key opinion leader (KOL) tanpa perantara. Model tersebut dinilai mampu membuat proses kerja lebih efisien sekaligus membantu brand menjangkau audiens yang sesuai melalui berbagai kategori kreator, mulai dari celebrity influencer hingga micro, nano, dan community-based creators.

Baca juga: Kasus “Saham Gorengan” Influencer Belvin Tannadi, OJK Buka Peluang Jerat Pidana

Mengandalkan Data untuk Menentukan Influencer

Pendekatan tersebut didukung oleh Influencer IQ, sistem basis data KOL milik Eden yang digunakan untuk memetakan influencer berdasarkan relevansi, performa, dan dampaknya terhadap tujuan kampanye.

Melalui sistem tersebut, proses pemilihan talent dilakukan dengan pendekatan berbasis data sehingga dinilai dapat membantu proses seleksi yang lebih presisi dan terukur.

Pasca-merger, Eden akan dipimpin oleh Marcia Julia sebagai CEO. Sepanjang kariernya, ia menangani berbagai kampanye viral dan peraih penghargaan untuk beragam kategori brand, mulai dari FMCG dan telekomunikasi hingga event internasional seperti Asian Games.

Dengan penggabungan tersebut, perusahaan menilai kebutuhan brand terhadap solusi pemasaran yang terintegrasi akan semakin terakomodasi, seiring meningkatnya tuntutan untuk menghadirkan komunikasi yang relevan sekaligus mampu memberikan dampak bisnis yang terukur.

Baca juga: Masih Banyak Tantangan Pemasaran Digital di Indonesia

Tag:  #ketika #influencer #lagi #cukup #brand #cari #hasil #yang #terukur

KOMENTAR