Harga Emas Stabil, Investor Cermati Konflik Timteng dan Data Ekonomi AS
Ilustrasi emas. (FREEPIK/wirestock)
08:32
3 Juni 2026

Harga Emas Stabil, Investor Cermati Konflik Timteng dan Data Ekonomi AS

- Harga emas dunia stabil pada akhir perdagangan Selasa (2/6/2026) waktu setempat atau Rabu (3/6/2026) pagi WIB di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.

Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral, Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat nyaris tidak berubah di level 4.486,32 dollar AS per ons.

Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat anjlok hingga 2 persen pada perdagangan Senin.

Baca juga: Emas Perhiasan Deflasi 2,67 Persen, Tekan Inflasi Mei 2026

Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup menguat tipis 0,3 persen menjadi 4.519,90 dollar AS per ons.

Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan arah pergerakan harga emas saat ini sangat bergantung pada dinamika harga minyak, imbal hasil obligasi, dan pergerakan dollar AS yang semuanya dipengaruhi oleh situasi di Timur Tengah.

Menurutnya, pasar masih menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum kembali mendorong harga emas lebih tinggi.

"Untuk kembali optimistis terhadap emas, saya perlu melihat momentum kenaikan yang menunjukkan pembeli mulai kembali masuk ke pasar. Saat ini pasar terlihat kehilangan arah karena pelaku pasar masih menunggu petunjuk, terutama dari perkembangan di Timur Tengah," kata Razaqzada.

Ketidakpastian pasar muncul setelah Iran dilaporkan sedang meninjau proposal kesepakatan dari AS untuk menghentikan konflik yang berlangsung.

Namun, media Iran menyebut belum ada komunikasi dengan Washington dalam beberapa hari terakhir, meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi masih berjalan.

Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026 lalu, harga emas menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi.

Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan di level tinggi lebih lama.

Meskipun emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, daya tariknya cenderung menurun ketika suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.

Fokus investor kini tertuju pada sejumlah data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan ini, di antaranya laporan tenaga kerja ADP dan laporan ketenagakerjaan resmi pemerintah AS.

Data-data tersebut dinilai penting untuk mengukur arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, bank investasi Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir tahun 2026 menjadi 4.800 dollar AS per ons dari sebelumnya 5.000 dollar AS per ons.

Meski begitu, Commerzbank tetap mempertahankan proyeksi harga emas sebesar 5.200 dollar AS per ons pada akhir 2027, sebab Bank asal Jerman ini melihat bahwa faktor struktural yang mendukung emas tetap terjaga.

"Selain perkiraan harga emas yang lebih rendah, permintaan industri yang lebih lemah untuk perak juga menunjukkan harga perak yang sedikit lebih rendah," tulis Commerzbank dalam laporannya.

Adapun untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,5 persen menjadi 75,17 dollar AS per ons.

Sementara platinum menguat 0,5 persen menjadi 1.933,07 dollar AS per ons dan palladium naik 0,6 persen menjadi 1.370,16 dollar AS per ons.

Baca juga: Kekhawatiran Inflasi Bikin Harga Emas Terkoreksi, Usai Konflik AS-Iran Panas Lagi

Tag:  #harga #emas #stabil #investor #cermati #konflik #timteng #data #ekonomi

KOMENTAR