Tabungan Pelajar Tembus Rp 29 Triliun, Ini Penyebab Anak Muda Makin Rajin Menabung
Ilustrasi tabungan(Dok. SHUTTERSTOCK)
10:40
28 Mei 2026

Tabungan Pelajar Tembus Rp 29 Triliun, Ini Penyebab Anak Muda Makin Rajin Menabung

Tren tabungan pelajar di perbankan nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya literasi keuangan, penetrasi layanan digital, dan penguatan program inklusi keuangan bagi pelajar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Kuartal I 2026 jumlah rekening tabungan pelajar mencapai 59,03 juta rekening dengan nominal simpanan sebesar Rp 29,13 triliun.

Secara tren, jumlah rekening pelajar juga terus menunjukkan peningkatan, yakni tumbuh sebesar 1,25 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, pertumbuhan ini mengindikasikan semakin luasnya akses dan partisipasi pelajar dalam sistem keuangan formal.

Baca juga: Tabungan Pelajar Capai Rp 29,13 Triliun, Jumlah Rekening Naik

"Capaian ini menunjukkan perkembangan yang positif dalam mendorong inklusi keuangan di kalangan pelajar," ujarnya dalam jawaban tertulis RDKB OJK, dikutip Kamis (28/5/2026).

Dia mengungkapkan, dari sisi nominal simpanan pelajar terdapat fluktuasi dalam jangka pendek.

Namun secara umum masih menunjukkan tren yang positif dan sejalan dengan karakteristik tabungan pelajar yang cenderung dinamis.

Meskipun kontribusinya terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan masih relatif terbatas, tabungan pelajar memiliki nilai strategis dalam memperluas basis nasabah perbankan di masa depan sekaligus membangun budaya menabung sejak dini.

"OJK optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026, didukung oleh penguatan Program KEJAR, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan," ucapnya.

Ke depan, melalui berbagai program tersebut, OJK akan fokus memperkuat perluasan akses, peningkatan pemanfaatan rekening yang lebih aktif, serta penguatan edukasi keuangan bagi pelajar, sehingga dapat mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan baik dari sisi jumlah rekening maupun nominal simpanan.

"Diharapkan kebiasaan menabung dapat semakin tertanam di kalangan pelajar sejak usia dini," tuturnya.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat tren Tabungan Simpanan Pelajar terus meningkat dari tahun ke tahun.

Secara rata-rata, pertumbuhan rekening sepanjang 2021-2025 mencapai 117.000 rata-rata rekening per tahun dengan laju pertumbuhan 19,3 persen.

Adapun jumlah rekening Tabungan Simpanan Pelajar mencapai 928.000 rekening, tumbuh 19,6 persen (yoy). Tren positif ini berlanjut pada 2026, dengan capaian 966.000 rekening per bulan Maret atau naik sekitar 12 persen dari tahun sebelumnya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, pertumbuhan Simpanan Pelajar (SimPel) didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi dan inklusi keuangan sejak dini.

"Bank Mandiri meyakini, literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing, sehingga melalui Tabungan SimPel perseroan tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis.

Adapun total saldo SimPel Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 354 miliar dengan rata-rata saldo Rp 366.000 per rekening.

Bank Mandiri juga menjangkau pelajar dari jenjang TK hingga SMA menjadi nasabah tabungan SimPel.

Mayoritas nasabah berasal dari jenjang SMA dengan proporsi 64 persen, menunjukkan bahwa fase ini menjadi momentum penting dalam pembentukan orientasi keuangan.

Sejalan dengan itu, Adhika menegaskan, akses dan literasi harus berjalan beriringan.

Untuk itu, Bank Mandiri mengintegrasikan produk SimPel dengan berbagai program literasi keuangan, jaringan sekolah mitra, serta pendekatan berbasis riset agar edukasi keuangan dapat berjalan relevan dan berkelanjutan.

"Bank Mandiri percaya bahwa literasi keuangan harus hadir bersama akses nyata. Bagi Bank Mandiri, setiap rekening pertama adalah awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang lebih terarah, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan," ucapnya.

Baca juga: Rupiah Tembus 17.700 per Dollar AS, Ibu-ibu Mulai Pangkas Hiburan hingga Makan Tabungan

Ilustrasi rupiah. Shutterstock/Pramata Ilustrasi rupiah.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk atau BCA juga mencatat pertumbuhan positif pada produk Simpanan Pelajar dalam beberapa tahun terakhir.

Namun EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn tidak membeberkan datanya secara gamblang.

Dia bilang pertumbuhannya terjadi dari sisi jumlah rekening dan nominal tabungan.

"Kami melihat pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain semakin tingginya literasi keuangan di masyarakat, kemudahan akses perbankan digital, serta dukungan program pemerintah yang mendorong inklusi keuangan di kalangan pelajar," ujarnya kepada Kompas.com, dikutip Kamis.

Hera menjelaskan, produk SimPel BCA umumnya mulai dibuka sejak anak berada di usia sekolah dasar.

Pembukaan rekening tersebut mayoritas dilakukan oleh orang tua sebagai bagian dari edukasi keuangan sejak dini.

Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam membangun konsistensi menabung anak.

Pendampingan dalam mengelola tabungan dinilai berpengaruh terhadap kebiasaan finansial pelajar dalam jangka panjang.

"Secara umum, konsistensi menabung cenderung dipengaruhi oleh keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak mengelola tabungannya," kata dia.

Hera menjelaskan, nasabah Simpanan Pelajar umumnya tetap melanjutkan penggunaan layanan tabungan meski telah melewati batas usia produk SimPel, yakni di atas 17 tahun atau setelah memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Menurut dia, para nasabah tersebut biasanya akan beralih ke produk tabungan reguler BCA.

Hal itu dinilai menunjukkan kebiasaan menabung yang telah dibangun sejak usia dini dapat terus berlanjut hingga dewasa.

Ke depan, BCA optimistis tren pertumbuhan simpanan pelajar masih akan terus berlanjut seiring meningkatnya penetrasi layanan digital perbankan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.

"BCA berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi seluruh segmen nasabah," tuturnya.

Baca juga: Ekonom: Tren Tarik Utang dan Makan Tabungan Meningkat

Tag:  #tabungan #pelajar #tembus #triliun #penyebab #anak #muda #makin #rajin #menabung

KOMENTAR