Industri Air Minum Dalam Kemasan Dorong Pengelolaan SDA Berbasis Sains
Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (DPP AMDATARA) memperkuat kolaborasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan tata kelola air, regulasi, hingga pengembangan riset berbasis sains untuk mendukung kebijakan pengelolaan sumber daya air di Indonesia.
Ketua Umum AMDATARA Karyanto Wibowo mengatakan, asosiasi berkomitmen mendukung tata kelola sumber daya air yang bertanggung jawab sekaligus mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
Baca juga: Kenaikan Pajak Air Tanah Picu Beban Industri AMDK, Harga Terancam Naik
Ilustrasi air minum dalam kemasan (AMDK).
“AMDATARA berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku serta berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku industri dalam memastikan praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Karyanto dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, AMDATARA juga memaparkan perkembangan industri air minum dalam kemasan (AMDK), termasuk kontribusi ekonomi serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
AMDATARA dorong penguatan riset dan kajian ilmiah
Selain membahas kondisi industri, AMDATARA menjajaki kolaborasi strategis dengan Badan Geologi, khususnya dalam penguatan riset dan kajian ilmiah guna mendukung kebijakan berbasis data.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sumber daya air yang berlandaskan sains, sehingga pertumbuhan industri tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Baca juga: Harga Plastik Melonjak, Industri AMDK UMKM Terancam Tutup
Karyanto juga memaparkan sejumlah inisiatif keberlanjutan yang dijalankan anggota AMDATARA.
Program tersebut meliputi pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) berbasis sains, penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, pemantauan air tanah, hingga peningkatan akses air bersih bagi masyarakat.
ilustrasi air minum dalam kemasan, air mineral dalam kemasan
Selain itu, AMDATARA turut menyampaikan perspektif teknis terkait pengelolaan sumber daya air di Indonesia.
Badan Geologi apresiasi inisiatif industri
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengapresiasi langkah AMDATARA dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah.
Baca juga: Industri AMDK Tumbuh 5 hingga 8 Persen per Tahun, Serap 46.000 Tenaga Kerja
Menurut Lana, inisiatif tersebut menunjukkan komitmen industri AMDK dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan industri AMDK dapat terus diperkuat ke depan,” ujar Lana.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak turut mendiskusikan sejumlah isu strategis.
Pembahasan mencakup pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, penguatan kepatuhan regulasi, peningkatan akses air bersih, aspek perizinan, hingga isu-isu terkini terkait sumber daya air (SDA).
Baca juga: Pemerintah Ingatkan Industri AMDK, Izin Usaha Wajib Tuntas sebelum 31 Maret 2026
Diskusi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi sumber daya air.
Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Agus Cahyono Adi.
Melalui kolaborasi ini, AMDATARA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, memperkuat kepastian regulasi, serta memastikan industri AMDK tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Tag: #industri #minum #dalam #kemasan #dorong #pengelolaan #berbasis #sains