Bulog Dapat Tugas Serap Kedelai Petani Lokal
Luas lahan kedelai di Kabupaten Magetan terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, luas tanam kedelai di wilayah tersebut tercatat tinggal sekitar 214 hektare yang tersebar di lima kecamatan.(KOMPAS.COM/SUKOCO)
17:08
22 Mei 2026

Bulog Dapat Tugas Serap Kedelai Petani Lokal

 Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog mendapat tugas dari pemerintah untuk menyerap kedelai produksi petani di Nganjuk, Jawa Timur.

Rizal mengatakan perintah tersebut diterima Bulog dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat seremonial panen kedelai, Kamis (15/5/2026).

“Sesuai arahan beliau, Bulog diperintahkan untuk menyerap hasil panen kedelai parapetani yang ada di Nganjuk kemarin,” kata Rizal saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Beras Bulog Diusulkan untuk ASN, TNI, dan Polri, Stok Diklaim Tetap Cukup

Rizal mengatakan Bulog telah melaksanakan perintah tersebut dengan menyerap kedelai produksi petani Nganjuk.

Menurut Rizal, Amran juga telah mencanangkan perluasan lahan tanam kedelai menjadi 1 juta hektare.

“Arahan Bapak Mentan ke depan swasembada kedelai juga harus bisa dicapai,” tutur Rizal.

Kementerian Pertanian sebelumnya menggelar panen kedelai bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Kamis pekan lalu.

Amran mengatakan kedelai merupakan komoditas dengan tingkat konsumsi yang diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton pada 2026.

Kedelai menjadi bahan dasar pembuatan tahu, tempe, hingga berbagai produk olahan lain.

Namun, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi 5 persen dari total kebutuhan nasional.

“Kalau kedelai, itu belum. Jauh. Ini kita impor 2,4 juta. Dari kebutuhan 2,6 sampai 2,7 juta nah ini yang paling jauh,” kata Amran dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Bos Bulog Sebut Sudah Salurkan 240.000 Ton Beras SPHP ke Seluruh Indonesia

Amran mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia.

Kementan mencatat rata-rata produksi kedelai nasional dalam lima tahun terakhir berada di angka 227.000 ton per tahun.

Produksi tersebut berasal dari 136.000 hektare lahan tanam, dengan rata-rata produktivitas 1,6 ton per hektare. Hingga April 2026, produksi kedelai nasional mencapai 4.982 ton dari luas lahan tanam 7.018 hektare.

Amran mengatakan petani Indonesia sebenarnya mampu memproduksi kedelai.

Teknologi pertanian yang memadai juga sudah tersedia.

Jawa Timur dinilai menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi meningkatkan produksi kedelai.

Produksi kedelai di Jawa Timur rata-rata 54.000 ton per tahun dari luas tanam 28.100 hektare.

Produktivitasnya disebut mencapai 1,7 juta ton per hektare.

Di Nganjuk, rata-rata produksi kedelai mencapai 8.000 ton dari luas tanam 3.249 hektare, dengan produktivitas 2,2 ton per hektare.

“Kita ingin kebangkitan kedelai nasional dimulai dari daerah-daerah produktif seperti Nganjuk,” kata Amran.

Catatan kecil, angka produktivitas Jawa Timur “1,7 juta ton per hektare” tampak janggal. Kemungkinan maksudnya 1,7 ton per hektare. Bagian ini sebaiknya dicek lagi sebelum tayang.

Tag:  #bulog #dapat #tugas #serap #kedelai #petani #lokal

KOMENTAR