BTN-KAI Siapkan Hunian Dekat Stasiun, Manggarai Bakal Jadi “Kota Baru” Jakarta
(Dari kiri ke kanan) Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri HamzahDirektur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
11:40
22 Mei 2026

BTN-KAI Siapkan Hunian Dekat Stasiun, Manggarai Bakal Jadi “Kota Baru” Jakarta

- PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Bank Tabungan Negara (BTN) menyiapkan proyek hunian vertikal terpadu di kawasan Stasiun Manggarai yang ditargetkan menjadi central business district (CBD) baru Jakarta.

Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan kawasan seluas 62 hektar di Manggarai akan dikembangkan tidak hanya sebagai area hunian, tetapi juga kawasan bisnis, komersial, hingga leisure setara Sudirman Central Business District (SCBD).

“Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektar yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD,” ujar Bobby dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara KAI dan BTN, di Menara BTN, Jakarta pada Jumat (23/5/2026).

Baca juga: BTN Rombak Dewan Komisaris, Endra Gunawan Jadi Wakomut

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto bahkan meminta proyek tersebut dirancang sebagai pusat bisnis baru Jakarta dengan fasilitas premium.

“Kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga,” kata Bobby.

KAI bakal memulai pembangunan (groundbreaking) hunian layak dan murah di kawasan Stasiun Manggarai pada Juli 2026.

Proyek ini digarap melalui anak usaha KAI yakni PT KA Properti Manajemen dan ditargetkan selesai akhir 2027.

Proyek rumah ini akan dibangun di atas lahan milik KAI seluas 2,1 hektar (ha) dengan konsep hunian vertikal setinggi 24 lantai sebanyak tujuh tower. Senada dengan Bobby, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan proyek tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan hunian terjangkau di pusat Jakarta bagi pekerja muda yang selama ini tinggal di kota penyangga.

Menurut Nixon, biaya transportasi pekerja dari luar Jakarta kini bisa mencapai 20-25 persen dari pendapatan bulanan. “Kita lihat banyaknya pekerja di Jakarta tidak memiliki pemukiman di kota tersebut. Transportation cost bisa 20 sampai 25 persen dari income bulanan,” ujar Nixon.

Ia mengatakan proyek TOD Manggarai dirancang untuk memangkas biaya hidup pekerja sekaligus mengurangi kepadatan mobilitas harian dari Bogor, Bekasi, hingga Tangerang menuju Jakarta.

Saat ini, jumlah pengguna KRL Jabodetabek disebut telah mencapai sekitar 1,3 juta orang per hari, sementara Stasiun Manggarai menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk dengan trafik penumpang sekitar 300.000 orang per hari.

Kawasan tersebut terhubung dengan KRL, LRT, kereta bandara, hingga kereta jarak jauh.

Berbeda dengan apartemen subsidi pada umumnya, proyek ini akan menawarkan unit dengan ukuran lebih besar, yakni di atas 40 meter persegi. “Kalau ngomong tipe studio sekarang sudah malu-maluin, kita ngomongnya tipe di atas 40 meter,” kata Nixon.

Proyek ini menyasar generasi muda, pegawai BUMN, ASN, hingga pekerja swasta yang bekerja di pusat Jakarta.

Adapun untuk hunian akan dibangun di dua blok untuk di Blok G akan dibangun 1.210 unit hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT).

Sementara itu, di Blok F akan dibangun 3.432 unit hunian dengan konsep yang lebih premium dibandingkan Blok G.

"Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp 500 juta sampai Rp 630 juta untuk luasan 45," ujarnya.

Baca juga: Ada Rencana Bank Diminta Dukung Program Pemerintah, BTN-BCA Pastikan Dana Nasabah Aman

Tag:  #siapkan #hunian #dekat #stasiun #manggarai #bakal #jadi #kota #baru #jakarta

KOMENTAR