MSCI Coret 19 Saham RI, Dana Asing Rp 22 Triliun Berpotensi Kabur dari BEI
Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
11:08
13 Mei 2026

MSCI Coret 19 Saham RI, Dana Asing Rp 22 Triliun Berpotensi Kabur dari BEI

Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 19 saham Indonesia dari indeks global berpotensi memicu arus keluar dana asing atau capital outflow dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tekanan diperkirakan terutama berasal dari pengelola dana pasif global yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi.

MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala atau index review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5/2026). Hasil rebalancing kali ini mengejutkan pelaku pasar karena dinilai jauh melenceng dari ekspektasi.

Baca juga: Didepak dari MSCI Global Standard, Saham-saham Prajogo Pangestu dkk Langsung Anjlok

Dalam penyesuaian tersebut, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Meski dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, saham AMRT dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.

Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Kemudian, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).

MSCI menyebut seluruh perubahan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026.

Baca juga: MSCI Depak 19 Saham Indonesia, IHSG Awal Sesi Anjlok ke Kisaran 6.750

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan keluarnya saham-saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes berpotensi memicu aksi jual investor asing, terutama dari fund manager yang menggunakan MSCI sebagai acuan portofolio investasi.

Hasil rebalancing MSCI juga dinilai menjadi sentimen negatif bagi IHSG lantaran saham-saham yang dihapus berpotensi kehilangan daya tarik di mata investor asing.

“Hemat saya outflow ya pasti juga terjadi. Biasanya kalau fund manager yang mereferensikan MSCI standard tentu akan terpaksa menjual saham tersebut untuk menyesuaikan dengan komposisi indeks terbaru,” ujar Nafan saat dihubungi Kompas.com, Rabu pagi.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menekan harga saham-saham yang keluar dari indeks MSCI, sekaligus memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

“Tapi hal ini juga bisa menekan saham-saham tersebut yang keluar maupun juga rupiah dalam jangka pendek. Tapi di jangka pendek ya hemat saya demikian,” paparnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), per pukul 09.50 WIB, saham BREN terkoreksi 8,03 persen atau turun 290 poin ke level Rp 3.320. Saham ini sempat menyentuh level terendah di Rp 3.230 dari posisi sebelumnya di area Rp 3.610.

Tekanan lebih dalam terjadi pada saham TPIA yang anjlok 9,90 persen atau turun 500 poin ke posisi Rp 4.550. Saham TPIA sempat jatuh hingga level Rp 4.300 sebelum perlahan memangkas pelemahan.

Saham DSSA melemah 9,01 persen atau turun 105 poin ke level Rp 1.060. Saham DSSA sempat menyentuh area terendah di Rp 1.015 pada awal perdagangan.

Sementara itu, saham CUAN bergerak di zona merah setelah turun 9,52 persen atau melemah 90 poin ke level Rp 855. Pada sesi awal perdagangan, saham CUAN sempat tertekan hingga menyentuh angka Rp 825.

Di sisi lain, saham AMRT turun lebih terbatas dibanding saham lainnya. Saham ritel tersebut terkoreksi 3,53 persen atau turun 50 poin ke level Rp 1.365.

Secara agregat, IHSG masih berada di zona merah pada perdagangan Rabu, di tengah tekanan sentimen rebalancing MSCI dan kekhawatiran capital outflow asing dari pasar modal Indonesia.

Hingga sekitar pukul 10.43 WIB, IHSG tercatat melemah 113,176 poin atau 1,65 persen ke level 6.745,723.

Senada, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menilai keluarnya saham Indonesia dari indeks MSCI akan memicu arus keluar dana asing.

Kondisi tersebut terjadi karena fund manager pasif umumnya wajib menyesuaikan komposisi portofolio mengikuti perubahan indeks terbaru. Akibatnya, saham-saham yang masuk daftar penghapusan atau deletion berpotensi mengalami tekanan jual cukup besar di pasar.

Nilai potensi dana keluar dari saham-saham tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp 22 triliun.

“Tentunya hal ini akan membuat outflow dari pengelola dana pasif, yang membuat tekanan besar pada saham yang masuk delection dengan potensi Rp 22 triliun,” pungkas Faris kepada Kompas.com.

Secara potensi, arus keluar dana asing atau outflow akibat rebalancing MSCI diperkirakan akan meningkatkan volatilitas di pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu arah pergerakan investor asing dan dampak lanjutan terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI.

Tekanan jual tersebut juga dinilai berpotensi membuat IHSG melanjutkan pelemahan. Secara teknikal, area support indeks diperkirakan berada di kisaran 6.300 hingga 6.600.

“Hal ini membuat IHSG akan mengalami pelemahan dengan target support secara teknikal berada di area 6.300-6.600,” lanjutnya.

Emiten yang didepak atau mengalami deletion dari indeks MSCI dinilai tidak memenuhi aturan terbaru terkait free float dan HSC list yang kini menjadi salah satu syarat utama untuk masuk dalam indeks MSCI.

“Beberapa regulasi mengenai free float baru, dan HSC list menjadi rules terbaru untuk inklusi selanjutnya tidak dipenuhi oleh emiten yang mengalami delection,” kata Faris.

Tag:  #msci #coret #saham #dana #asing #triliun #berpotensi #kabur #dari

KOMENTAR