Harga Emas Dunia Berbalik Naik, Pasar Cermati Konflik AS-Iran dan Data Inflasi AS
- Harga emas dunia berbalik menguat pada akhir perdagangan Senin (11/5/2026) waktu setempat atau Selasa (12/5/2026) pagi WIB, seiring investor mencermati perkembangan diplomasi Amerika Serikat (AS) dan Iran serta menanti rilis data inflasi AS.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,2 persen menjadi 4.723,40 dollar AS per ons, setelah sempat turun lebih dari 1 persen di awal sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup relatif stabil di level 4.728,70 dollar AS per ons.
Analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan, kenaikan harga emas ditopang aksi beli saat harga turun dan antisipasi pelaku pasar terhadap data inflasi AS.
"Ada aksi bargain hunting dan penyesuaian posisi menjelang rilis data inflasi AS pekan ini," ujarnya.
Fokus pasar kini tertuju pada data Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) AS yang dijadwalkan rilis Selasa, disusul data Indeks Harga Produsen (PPI) pada Rabu.
Baca juga: Harga Emas Anjlok 2 Persen, Perak 3 Persen, Imbas Konflik Timur Tengah dan Kekhawatiran Inflasi AS
Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington. Kondisi ini memicu kekhawatiran konflik yang telah berlangsung selama 10 pekan akan berkepanjangan dan terus mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Situasi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan risiko inflasi global. Analis ING dalam catatannya menyebut kegagalan perundingan damai membuat ketidakpastian pasar tetap tinggi.
"Kemunduran ini membuat jadwal gencatan senjata menjadi tidak pasti dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi, memperkuat pandangan bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama, yang selama konflik ini membebani emas,” tulis analis ING.
Meski demikian, ING masih memperkirakan harga emas berpotensi naik hingga 5.000 dollar AS per ons pada akhir tahun, meski mandeknya pembicaraan damai menambah ketidakpastian jangka pendek.
Sejumlah perusahaan pialang global juga mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini. Proyeksi pasar kini terbelah antara kemungkinan pelonggaran moneter terbatas hingga tidak ada pemotongan suku bunga sama sekali pada 2026.
Baca juga: Prospek Emas hingga 2026: Tinjauan Inflasi AS dan Kebijakan Bank Sentral
Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas cenderung tertekan meskipun dikenal sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Sebab, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Selain itu, pasar juga memantau kunjungan dua hari Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden China Xi Jinping. Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas Iran, Taiwan, kecerdasan buatan, hingga senjata nuklir.
Adapun pergerakan harga logam mulia lainnya turut menguat. Harga perak spot melonjak 6,6 persen menjadi 85,65 dollar AS per ons, platinum naik 3 persen menjadi 2.116,72 dollar AS per ons, dan palladium naik 0,8 persen menjadi 1.503,11 dollar AS per ons.
Tag: #harga #emas #dunia #berbalik #naik #pasar #cermati #konflik #iran #data #inflasi