Emiten Pertamina Dinilai Tahan Tekanan Pasar Modal di Kuartal I 2026
Gedung Pertamina. (DOK. Humas Pertamina)
14:28
2 Mei 2026

Emiten Pertamina Dinilai Tahan Tekanan Pasar Modal di Kuartal I 2026

Emiten yang tergabung dalam Pertamina Group dinilai tetap menunjukkan ketahanan bisnis di tengah tekanan pasar modal Indonesia sepanjang kuartal I 2026.

Tekanan tersebut dipicu oleh kombinasi gejolak global dan domestik, termasuk ketidakpastian geopolitik yang mendorong repricing risiko Indonesia serta memengaruhi sentimen investor di pasar saham.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mencerminkan penurunan kinerja perusahaan.

Baca juga: Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell dan Vivo Per 1 Mei 2026

Ilustrasi Pertamina. DOK. PPN Ilustrasi Pertamina.

“Fluktuasi pasar modal saat ini lebih merefleksikan dinamika persepsi risiko global dan domestik, bukan penurunan fundamental perusahaan. Emiten Pertamina Group tetap menunjukkan kekuatan bisnis yang resilien, dengan kinerja operasional yang solid serta peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5/2026).

Sejumlah emiten Pertamina Group seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Tugu Insurance Tbk (TUGU) tercatat mampu menunjukkan resiliensi relatif terhadap pergerakan IHSG.

Baron menjelaskan, kinerja tersebut ditopang oleh fundamental operasional yang konsisten, karakter sektor energi yang defensif, serta prospek jangka panjang yang masih didukung kebutuhan energi nasional.

Kata Baron, perusahaan terus memperkuat komunikasi strategis kepada investor untuk menegaskan nilai jangka panjang yang dimiliki emiten Pertamina Group.

Baca juga: Cek Harga BBM Pertamina Per 1 Mei 2026, Harga Pertamax Tetap

“Kami terus memperkuat komunikasi strategis kepada investor, menegaskan value creation jangka panjang, serta memastikan bahwa pasar memahami kekuatan fundamental dan strategi pertumbuhan Pertamina Group di tengah volatilitas global,” jelas Baron.

Ilustrasi pasar saham.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham.

Pertamina juga memandang kondisi pasar saat ini sebagai momentum untuk memperluas basis investor dan meningkatkan kualitas interaksi dengan analis serta pelaku pasar modal.

Lebih jauh, dalam menghadapi dinamika geopolitik global, Pertamina menjalankan strategi dual growth, yakni menjaga stabilitas bisnis utama sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon.

Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung target net zero emission 2060 serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

Baca juga: Pertamina Soroti Potensi Kelebihan Solar Akibat Implementasi B50

Dengan fundamental yang tetap solid, emiten Pertamina Group diharapkan mampu menjaga kinerja dan tetap menjadi penopang sektor energi nasional di tengah volatilitas pasar.

Tag:  #emiten #pertamina #dinilai #tahan #tekanan #pasar #modal #kuartal #2026

KOMENTAR