Pendapatan Emiten Sawit STAA Naik 49,2 Persen, Ditopang Kontribusi Refinery
Ilustrasi kelapa sawit. Negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.(Dok. Berry Subhan Putra/Kompas.com)
09:52
25 April 2026

Pendapatan Emiten Sawit STAA Naik 49,2 Persen, Ditopang Kontribusi Refinery

Emiten industri kelapa sawit PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatatkan kinerja solid pada kuartal I 2026.

Kinerja STAA ditopang peningkatan pendapatan dan laba kotor di tengah dinamika operasional industri kelapa sawit.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,486 triliun pada tiga bulan pertama 2026, naik 49,2 persen secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan ini didorong kontribusi penuh fasilitas refinery yang mulai beroperasi sejak pertengahan tahun lalu.

Baca juga: Rencana Pajak Air Permukaan Picu Kekhawatiran, Bisa Ganggu Investasi dan Daya Saing Sawit

Ilustrasi kelapa sawit. Harga referensi CPO untuk Juni 2025 turun 7,36 persen menjadi 856,38 dollar AS per ton. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan produksi di Malaysia dan melemahnya permintaan dari India.freepik.com Ilustrasi kelapa sawit. Harga referensi CPO untuk Juni 2025 turun 7,36 persen menjadi 856,38 dollar AS per ton. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan produksi di Malaysia dan melemahnya permintaan dari India.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor STAA tercatat sebesar Rp 737 miliar atau meningkat 28,5 persen YoY, dengan marjin laba kotor mencapai 29,7 persen.

Manajemen menyebut capaian tersebut mencerminkan perubahan komposisi produk serta dinamika harga yang terjadi sepanjang periode berjalan.

Produksi TBS turun, efisiensi meningkat

Di sisi operasional, total produksi tandan buah segar (TBS) STAA mencapai 221.421 ton pada kuartal I 2026, turun 7,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Penurunan produksi itu terutama dipengaruhi kondisi cuaca yang kurang kondusif selama periode berjalan.

Baca juga: Februari 2026: Produksi Sawit RI 5,5 Juta Ton, Ekspor 3,29 Juta Ton

Meski demikian, perseroan mencatat peningkatan efisiensi melalui perbaikan tingkat ekstraksi. CPO extraction rate meningkat menjadi 22,4 persen, yang disebut mencerminkan optimalisasi proses produksi yang berkelanjutan.

Perusahaan menyatakan strategi hilirisasi dan penguatan infrastruktur terintegrasi terus menjadi bagian dari penguatan fundamental bisnis, termasuk melalui peningkatan kualitas operasional di seluruh lini usaha.

Ilustrasi kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit. SHUTTERSTOCK/MRFIZA Ilustrasi kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit.

STAA resmi bergabung dengan RSPO

Di tengah penguatan kinerja, STAA juga menandai langkah strategis dengan resmi bergabung sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Keanggotaan ini disebut menjadi bagian dari formalisasi standar operasional perseroan yang telah mengacu pada praktik dan standar internasional.

Baca juga: Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi

Selain menjadi anggota RSPO, perseroan juga menjalankan proses sertifikasi RSPO di seluruh unit operasional. Hingga kini, dua entitas operasional STAA telah memperoleh sertifikasi.

Ke depan, perusahaan menyatakan proses sertifikasi akan terus dilanjutkan, seiring peningkatan standar operasional secara berkelanjutan.

Manajemen menilai langkah tersebut diharapkan dapat mendukung daya saing produk ekspor perusahaan sekaligus memperkuat posisi STAA di pasar internasional.

“Kami melihat keberlanjutan sebagai bagian integral dari operasional perseroan,” ujar Head of Investor Relations STAA Kevin Wijaya dalam siaran pers, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Petani Sawit Perempuan Naik Kelas, Hasil Kebun Ikut Terdongkrak

“Keanggotaan RSPO dan proses sertifikasi yang berjalan mencerminkan komitmen kami untuk menjaga standar operasional yang konsisten dengan praktik global,” lanjut dia.

Fokus hilirisasi dan keberlanjutan

Sejalan dengan strategi hilirisasi, STAA menyatakan akan terus meningkatkan praktik agronomi, efisiensi produksi, serta pengelolaan lingkungan dan sosial.

Perseroan juga menyebut integrasi antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan menjadi arah strategis jangka panjang perusahaan.

Dengan fondasi bisnis yang disebut kuat, STAA optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham, sekaligus berkontribusi terhadap industri kelapa sawit nasional dan global.

Tag:  #pendapatan #emiten #sawit #staa #naik #persen #ditopang #kontribusi #refinery

KOMENTAR