Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia akan mengeksekusi impor minyak mentah dari Rusia Bulan ini. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
14:32
17 April 2026

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia akan mulai direalisasikan bulan ini. 

Ia menegaskan semakin cepat proses impor dilaksanakan semakin baik  bagi ketahanan energi nasional. 

"Kalau untuk crude (minyak mentah) mungkin bulan-bulan ini. Lebih cepat lebih baik," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (17/4/2026). 

Sementara untuk komoditas Liquefied Petroleum Gas (LPG), Bahlil menjelaskan bahwa rencana impornya saat ini tengah memasuki tahap finalisasi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev di Moskow. [Kementerian ESDM]Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev di Moskow. [Kementerian ESDM]

Terkait skema harga, ia menyebutkan bahwa harga minyak yang diimpor akan bersifat fleksibel.

"Harga pasti akan dinamis, menyesuaikan dengan kondisi pasar dan bergantung pada hasil negosiasi kita," jelasnya.

Meski demikian, Bahlil masih enggan membeberkan rincian volume minyak mentah yang didatangkan dari Rusia tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin ketersediaan stok energi nasional.

"Saya enggak bisa menjelaskan volumenya. Yang penting saya sebagai pemerintah atas arahan Bapak Presiden memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, itu tersedia dan kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani," ujar Bahlil. 

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah resmi menjalin kesepakatan impor migas dari Rusia. Kesepakatan strategis ini dicapai menyusul pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/4/2026).

Selain pembelian migas, kemitraan kedua negara juga mencakup pengembangan kilang minyak serta peningkatan pemanfaatan teknologi di sektor energi.

Kerja sama ini dijajaki melalui skema antar-pemerintah (Government to Government/G2G) maupun antar-perusahaan (Business to Business/B2B).

Melalui kedua skema tersebut, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian dan memperkuat cadangan energi nasional.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #impor #minyak #rusia #mulai #dieksekusi #bulan

KOMENTAR