Bos LPS Bongkar Penyebab Bank Masih Jor-joran Kasih Bunga Tinggi
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menjelaskan alasan bank masih menawarkan bunga simpanan tinggi, meski melampaui tingkat bunga penjaminan (TBP).
Anggito mengatakan, kondisi ini dipicu persaingan ketat dalam penghimpunan dana. Bank saling berebut dana nasabah dengan menawarkan bunga lebih tinggi.
Bank bahkan menerapkan mekanisme lelang. Bank yang membutuhkan dana memasang bunga khusus atau special rate agar dana masuk.
"Kata mereka lelang. Lelang kan ya sudah dapat berapa sesuai dengan lelangnya," ujarnya saat ditemui di BSI Tower, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: OJK Longgarkan SLIK, BSI Pastikan Manajemen Risiko Tetap Ketat
Preferensi nasabah juga berperan. Nasabah masih mencari imbal hasil tinggi, sehingga bank sulit menurunkan bunga simpanan.
"Apalagi persaingan dana kan juga cukup ketat," tambahnya.
Anggito mengaku belum mengetahui secara rinci penyebab bunga simpanan tetap tinggi di atas TBP. Kondisi ini dinilai perlu dibenahi.
Dia menilai persoalan utama bukan hanya pada bunga simpanan. Permintaan kredit dinilai belum cukup kuat.
Likuiditas perbankan saat ini tergolong memadai. Pasokan dana tidak menjadi kendala.
"Kalau saya lihat, mungkin yang penting bukan di atas TPB, tapi kan demandnya, permintaan terhadap dana itu harus kuat," tukasnya.
Baca juga: Harga Emas Dunia Turun Saat Dollar AS Menguat, Peluang Beli Bergantung Arah Suku Bunga
Data LPS menunjukkan tren kenaikan simpanan dengan bunga di atas TBP. Pada akhir Desember 2025, porsinya mencapai 33 persen. Angka ini naik dari 25 persen pada 2022 dan 30 persen pada 2024.
Penurunan TBP belum diikuti penyesuaian bunga simpanan. Sejak Juni 2025, TBP simpanan rupiah turun 75 basis poin.
Per Januari 2026, TBP LPS untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 3,5 persen. Simpanan valuta asing berada di level 2 persen. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berada di level 6 persen.
Tingginya bunga simpanan berdampak pada biaya dana perbankan. Cost of fund menjadi mahal dan menahan penurunan bunga kredit.
"Ini menjadi salah satu alasan mengapa suku bunga kredit tidak bisa turun. Karena 33 persen porsi simpanan itu tergolong di atas tingkat bunga penjaminan. Dalam istilahnya itu adalah mendapatkan special rate," jelasnya saat rapat kerja dengan Komisi XI di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Tag: #bongkar #penyebab #bank #masih #joran #kasih #bunga #tinggi