Pertamina EP Regional Jawa Perkuat Ekosistem Rantai Pasok, Gandeng Mitra dan Perbankan
Pertamina EP Regional Jawa memperkuat kolaborasi, integritas, dan kapabilitas mitra kerja dalam ekosistem rantai pasok guna mendukung keberlanjutan operasi hulu migas.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Supplier Relationship Management (SRM) Forum 2026 yang digelar pada 7 dan 8 April 2026 lalu.
Kegiatan ini mengusung tema Strengthening Collaborative Integrity to Drive Sustainable Energy and National Economic Growth dan dihadiri oleh mitra kerja di lingkungan Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, meliputi Pertamina EP Zona 7, PHE ONWJ, PHE OSES, serta Pertamina East Natuna.
Baca juga: Pertamina EP Target Produksi Minyak 30.305 BOPD di 2026
Ilustrasi foto PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 akan melakukan pengeboran sumur baru pada Februari 2026.
Sejumlah pemangku kepentingan juga turut hadir, antara lain SKK Migas, Bank Mandiri, dan Pertamina Energy Institute.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, fungsi Supply Chain Management (SCM) Regional Jawa berperan menjembatani koordinasi antara perusahaan dan mitra kerja guna memastikan proses pengadaan berjalan efektif dan terintegrasi.
Sebagai bagian dari penguatan kemitraan, perusahaan juga memperluas kolaborasi dengan sektor perbankan melalui Bank Mandiri untuk mendukung aspek pembiayaan mitra kerja.
Selain itu, SKK Migas memperkenalkan platform Indonesian Oil and Gas (IOG) e-Commerce guna mendorong proses pengadaan yang lebih efisien dan transparan.
Baca juga: Dongkrak Produksi Migas, Pertamina EP Pangkalan Susu Bor Sumur Baru
Pada hari pertama, forum difokuskan pada penyelarasan program kerja 2026 serta penguatan tata kelola pengadaan. Peserta memperoleh pemaparan terkait rencana kerja, ketentuan pengadaan, serta dinamika operasional industri hulu migas.
Direktur Pertamina EP Regional Jawa, Rachmat Hidajat, menyampaikan mitra kerja memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja perusahaan.
Salah satu pekerja PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field yang tengah memeriksa peralatan.
“Mitra kerja bagi kami bukan sekadar penyedia barang dan jasa, tetapi bagian penting dalam memastikan kelancaran operasi, keandalan fasilitas produksi, percepatan proyek, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keberlanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan itu juga diisi dengan peningkatan kapasitas mitra kerja melalui sesi coaching terkait perangkat rantai pasok, seperti CIVD, i-vendor, dan CSMS.
Baca juga: Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 Barrel
Langkah ini dilakukan guna memperkuat pemahaman terhadap proses pengadaan dan aspek keselamatan kerja.
Selain itu, dilakukan Supplier Performance Review (SPR) untuk evaluasi kontrak berjalan serta verifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara langsung sebagai bagian dari dukungan terhadap penggunaan produk dalam negeri.
Melanjutkan penguatan pada tahun sebelumnya, fokus tahun ini diarahkan pada pengembangan kolaborasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan kontribusi Pertamina EP melalui aktivitas operasional dan pelaksanaan kontrak kerja.
Vice President Supply Chain Management Pertamina EP Regional Jawa, Bayu Kusuma Tri Aryanto, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan usaha.
Baca juga: Sumur Baru Pertamina EP Adera Buka Harapan Produksi Migas 2026
“Sebagai bagian dari Pertamina, kami memiliki peran dalam menghadirkan kontrak kerja yang memberikan dampak ekonomi. Namun, kami tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi penting agar kegiatan usaha mitra dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Forum ini menjadi bagian dari upaya Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa dalam membangun kemitraan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapabilitas mitra kerja dalam mendukung kinerja operasional.
Tag: #pertamina #regional #jawa #perkuat #ekosistem #rantai #pasok #gandeng #mitra #perbankan