IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.449, Tekanan Global Bayangi Pasar
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.23 WIB, IHSG turun 9,32 poin atau 0,12 persen ke level 7.449,18.
IHSG dibuka di level 7.410,09 dan bergerak dalam rentang 7.351,36 hingga 7.457,57 sepanjang perdagangan.
Aktivitas pasar terpantau moderat. Volume perdagangan mencapai 7,05 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,12 triliun dan frekuensi 477,9 ribu kali. Sebanyak 238 saham menguat, 352 saham melemah, dan 369 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Bisa Terkoreksi Imbas Gagalnya Perundingan AS-Iran, Ritel Disarankan Cermati Saham-saham Ini
Mayoritas indeks unggulan berada di zona merah. Indeks LQ45 turun 3,81 poin atau 0,51 persen ke level 742,66. KOMPAS100 melemah 0,75 poin atau 0,07 persen ke level 1.028,50.
Sementara itu, indeks berbasis syariah cenderung menguat tipis. Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,13 poin atau 0,03 persen ke level 516,79. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,03 poin atau 0,01 persen ke level 268,70.
Di sisi lain, IDX30 turun 2,10 poin atau 0,52 persen ke level 398,19. Adapun JII70 mencatatkan kenaikan 0,33 poin atau 0,17 persen ke level 195,38.
Sebagai catatan, IHSG hari ini diperkirakan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif datang dari gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca juga: 18 Saham Bakal Dihapus dari Bursa, BEI Ungkap Daftar Emitennya
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai secara teknikal IHSG berpotensi menguji resistance di kisaran 7.500 hingga 7.550.
Sementara itu, area support berada di rentang 7.308 hingga 7.346. Dalam skenario negatif, IHSG berpotensi turun lebih dalam jika tensi geopolitik meningkat. Level 7.300 hingga 7.200 menjadi area yang berpotensi diuji, seiring tekanan jual dan potensi capital outflow.
Sebaliknya, IHSG berpeluang menguat jika muncul sentimen positif dari perkembangan negosiasi global. Namun, penguatan diperkirakan terbatas di kisaran 7.550 hingga 7.600 dan belum cukup kuat membentuk tren naik jangka panjang.
“Dengan demikian pergerakan IHSG saat ini lebih mencerminkan fase trading range dibandingkan tren directional yang solid,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Minggu (12/4/2026) malam.
Baca juga: Analis Sarankan Investor Ritel Akumulasi Bertahap Saham Big Banks, Ini Alasannya
Ia menyarankan investor ritel tetap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko. Strategi buy on weakness dinilai lebih relevan dengan memanfaatkan koreksi untuk akumulasi bertahap, sembari menjaga proporsi kas.
Di tengah volatilitas yang masih tinggi, diversifikasi sektor menjadi penting. Sektor energi dan komoditas dinilai relatif lebih tahan dalam kondisi ketidakpastian global.
Tag: #ihsg #dibuka #melemah #level #7449 #tekanan #global #bayangi #pasar