Harga BBM Ditahan, Kebijakan Pemerintah Dinilai Redam Tekanan Ekonomi
Ilustrasi BBM.(SHUTTERSTOCK)
18:36
10 April 2026

Harga BBM Ditahan, Kebijakan Pemerintah Dinilai Redam Tekanan Ekonomi

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyayangkan usulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan alasan menjaga keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Hekal, usulan tersebut tidak sejalan dengan upaya pemerintah saat ini yang berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

“Padahal pemerintah saat ini sedang berusaha keras agar tidak menyusahkan rakyat dengan tidak menaikkan harga BBM,” kata Hekal dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Bahlil Klaim RI Lewati Krisis BBM, Stok Nasional Aman di Atas 20 Hari

Ilustrasi BBM.Freepik/jcomp Ilustrasi BBM.

Hekal menilai langkah pemerintah yang menahan harga BBM bersubsidi patut diapresiasi.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan tanpa dasar, melainkan melalui perhitungan fiskal yang matang dan kehati-hatian dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Langkah ini harus diapresiasi karena menunjukkan pemerintah mampu mengambil kebijakan yang cerdas tanpa membebani masyarakat. Apalagi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi tentu sudah melalui perhitungan yang cermat dan memperhatikan ruang fiskal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga penting untuk menahan laju inflasi, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Baca juga: Cara Daftar Barcode BBM Subsidi Pertamina 2026, Ini Syarat dan Link Resminya

Hekal mengakui, konflik geopolitik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada banyak negara. Sejumlah negara bahkan memilih menaikkan harga BBM domestik untuk mengurangi beban fiskal.

Namun, Indonesia mengambil langkah berbeda dengan tetap menahan harga BBM guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian nasional.

“Kita harus memahami, bahwa perang di Timur Tengah membuat banyak negara akhirnya menaikkan harga BBM. Tapi Indonesia memilih jalan yang berpihak pada rakyat, yaitu menahan harga agar daya beli tetap terjaga,” jelasnya.

Hekal menegaskan, komitmen Presiden Prabowo jelas, yakni tidak ingin membebani masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang penuh tekanan.

Baca juga: Presiden Prabowo Tegas, BBM Subsidi Diutamakan untuk Rakyat Kecil

“Presiden berkomitmen tidak ingin membebankan rakyat. Justru di saat seperti ini, negara harus hadir melindungi masyarakat, bukan sebaliknya,” tutupnya.

Tag:  #harga #ditahan #kebijakan #pemerintah #dinilai #redam #tekanan #ekonomi

KOMENTAR