Trik Sederhana Menjaga Harga Jual Mobil Bekas Agar Tetap Laku 
Ilustrasi diler mobil bekas(Dok. OLXmobbi)
10:48
10 April 2026

Trik Sederhana Menjaga Harga Jual Mobil Bekas Agar Tetap Laku 

- Mobil bekas sejatinya bakal mengalami depresiasi atau penurunan nilai jual seiring waktu dan pemakaian karena adanya keausan, usia kendaraan, dan kondisi ekonomi.

Ada beberapa trik sederhana agar harga jual mobil bekas tetap laku tinggi. 

Selain itu, merek mobil juga berpengaruh kepada harga jual kembali yang stabil.

Baca juga: Mengupas Dominasi Mobil Listrik China di Indonesia

"Merek seperti Toyota, Suzuki dan Honda misal, mereka dikenal memiliki nilai jual kembali stabil karena kualitas dan jaringan servisnya luas, pilihan onderdil banyak, dan sebagainya, sehingga lebih banyak orang yang mau menerimanya," jelas Taufik Tisna, seorang penjual mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten, Jawa Tengah, dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/4/2026).

Lalu, untuk menjaga harga jual mobil tetap laku.

Jika bisa, servis dilakukan di bengkel resmi supaya terdaftar record-nya sehingga menjadi nilai tambah ketika mobil dijual.

Baca juga: Komut PGN Pakai Mobil Bahan Bakar Gas, Bisa Switch Ke BBM

"Perawatan rutin menjadi faktor penting, servis berkala yang dilakukan tepat waktu menunjukkan bahwa mobil dirawat dengan baik. Catatan servis yang lengkap akan meningkatkan kepercayaan calon pembeli," beber Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford di Trucuk, Klaten.

Penggunaan mobil secara wajar oleh pemilik lama juga menjadi faktor laku tidaknya bila dijual di kemudian hari.

Tampilan interior dan eksterior mesti harus dirawat, karena visual mempengaruhi minat pembeli.

Baca juga: Aturan Baru BBM Subsidi: Mobil Pribadi Maksimal Beli 50 Liter, Angkutan Umum Boleh Lebih

"Penggunaan mobil secara wajar juga membantu menjaga harga jual. Mengemudi dengan halus dan tidak memaksakan kendaraan dapat memperpanjang umur komponen,” kata Imun.

Modifikasi yang berlebihan juga sebaiknya dihindari, surat-surat kendaraan bermotor yang lengkap dan aktif mempercepat proses jual beli.

"STNK dan BPKB yang lengkap serta pajak yang selalu aktif membuat proses jual beli lebih mudah dan meningkatkan nilai kendaraan,” ucap Imun.

Baca juga: Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Mobil Pribadi Maksimal 50 Liter

Terakhir, kendaraan tak boleh bekas kecelakaan berat dan banjir. Bila sudah kena keduanya maka penurunan harga jual sangat signifikan.

"Riwayat kendaraan harus bersih dari kecelakaan berat atau banjir. Mobil dengan riwayat tersebut biasanya mengalami penurunan harga yang signifikan dan sulit dijual," katanya.

Baca juga: Agrinas Impor 160.000 Mobil dari India, Jepang, dan China untuk Kopdes

Rekomendasi mobil bekas harga Rp 150 jutaan

Bagi yang punya budget Rp 150 jutaan, dan menginginkan rekomendasi mobil keluarga, pilihan ini bisa jadi acuan.

  • Toyota Avanza 2017, Rp 155 juta 
  • Daihatsu Xenia 2020, Rp 152 juta 
  • Honda Mobilio 2021, Rp 152 juta 
  • Toyota Calya 2024, Rp 150 juta 
  • Daihatsu Sigra 2024, Rp 150 juta 
  • Toyota Rush 2014, Rp 155 juta 
  • Daihatsu Terios 2017, Rp 155 juta 
  • Honda Jazz 2014, Rp 152 juta 
  • Toyota Sienta 2017, Rp 156 juta 
  • Suzuki Swift 2016, Rp 158 juta 
  • Suzuki Ertiga 2020, Rp 155 juta 
  • Nissan X-Trail 2016, Rp 159 juta 
  • Nissan Serena 2017, Rp 150 juta 
  • Kia Sportage 2014, Rp 158 jutaan 
  • Hyundai Stargazer 2022, Rp 152 juta 
  • Mazda 2 2019, Rp 158 juta

Harap digarisbawahi, harga di atas berbeda di setiap wilayah karena tergantung baik tidak unit kendaraan.

Baca juga: Harga Minyak Naik, Industri Mobil Listrik China Diproyeksi Melesat

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Pilihan Mobil Bekas Rp 150 Jutaan April 2026, Ada Avanza hingga Mazda 2" dan "Tips Menjaga Harga Jual Kembali Mobil Bekas Tetap Tinggi"

Tag:  #trik #sederhana #menjaga #harga #jual #mobil #bekas #agar #tetap #laku

KOMENTAR