Strategi Keberlanjutan Pupuk Kaltim: Dari Biogas hingga PLTS
PT Pupuk Indonesia (Persero) menyambut baik dimulainya pembangunan pabrik soda ash yang pertama di Indonesia oleh Pupuk Kaltim(Dok. Pupuk Kaltim)
20:00
8 April 2026

Strategi Keberlanjutan Pupuk Kaltim: Dari Biogas hingga PLTS

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmen dalam menjalankan praktik keberlanjutan melalui berbagai inovasi yang menyasar aspek lingkungan, sosial, dan operasional perusahaan.

Sepanjang 2025, perseroan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam lini bisnis, mulai dari efisiensi operasional hingga pengembangan energi baru terbarukan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menyampaikan pendekatan keberlanjutan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada pemenuhan regulasi, tetapi juga mendorong inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca juga: Tembus Pasar Global, UMKM Binaan Pupuk Kaltim Raih TOP 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026

Inovasi manajemen risiko berbasis digital dan penguatan tata kelola menjadi kunci kesiapan Pupuk Kaltim bersaing di tingkat regional, termasuk dalam nominasi ASEAN Risk Awards 2025. Dok. Pupuk Kaltim Inovasi manajemen risiko berbasis digital dan penguatan tata kelola menjadi kunci kesiapan Pupuk Kaltim bersaing di tingkat regional, termasuk dalam nominasi ASEAN Risk Awards 2025.

“Capaian ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim untuk melampaui kepatuhan terhadap regulasi, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Gusrizal dalam siaran pers, Rabu (8/4/2026).

Dalam aspek inovasi sosial, Pupuk Kaltim menjalankan program PKT BISA (Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi).

Program ini mendorong pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi energi alternatif berupa biogas, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Program tersebut mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan dalam satu kawasan terpadu.

Baca juga: Revamping Pabrik Ammonia Pupuk Kaltim Pangkas Konsumsi Gas 10 Persen

Melalui pendekatan ini, limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi sumber energi, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Selain PKT BISA, Pupuk Kaltim juga menjalankan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Program ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) akan segera merealisasikan pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia.Pupuk Kaltim PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) akan segera merealisasikan pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia.

Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekitar.

Di sisi lingkungan, perusahaan memperkuat implementasi eco-inovasi melalui konsep Road to Zero Waste.

Baca juga: Tutup Tahun Produksi 2025, Pupuk Kaltim Lampaui Target dan Perkuat Dukungan Swasembada Pangan

Program ini mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan, dengan tujuan mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.

Melalui pendekatan tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis.

Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Upaya keberlanjutan Pupuk Kaltim juga tercermin dalam penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Salah satu implementasinya dilakukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon.

Baca juga: Pupuk Kaltim Hadirkan Sirkuit Nasional C Pertama di Bontang

Hingga saat ini, perusahaan telah merealisasikan pembangunan PLTS tahap pertama pada 2022 dengan kapasitas 1,2 megawatt (MW), serta tahap kedua pada 2024 dengan kapasitas 2,6 MW.

Ke depan, Pupuk Kaltim berencana melanjutkan pembangunan PLTS dengan kapasitas 2,3 MW pada 2026.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan rencana kerja sama pemanfaatan karbon dioksida (CO2) sebagai bagian dari strategi pengelolaan emisi.

Implementasi Nilai Ekonomi Karbon ini menjadi langkah strategis dalam mendukung target pengurangan emisi sekaligus memperkuat komitmen perusahaan menuju industri rendah karbon.

Baca juga: Pupuk Kaltim Raih The Most Trusted Company di CGPI 2025 untuk Ke-8 Kalinya

Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia milik PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang berlokasi di Kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025).Dok. PT Pupuk Indonesia (Persero) Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia milik PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang berlokasi di Kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025).

Di sisi operasional, Pupuk Kaltim terus melakukan penguatan efisiensi dan peningkatan kinerja melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan strategi hilirisasi dan diversifikasi produk, termasuk melalui pengembangan pabrik soda ash.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas portofolio bisnis sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.

Gusrizal menegaskan, ke depan, perusahaan akan terus memperkuat implementasi keberlanjutan melalui berbagai inovasi yang terintegrasi.

Baca juga: Pertamina dan Pupuk Kaltim Teken Kerja Sama Jual Beli Soda Ash

“Pupuk Kaltim akan terus memperkuat implementasi program keberlanjutan melalui inovasi sosial, eco-inovasi, serta pengembangan energi terbarukan guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Gusrizal.

Sebagai informasi, Pupuk Kaltim kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Ini merupakan kali ke-9 berturut-turut perusahaan meraih penghargaan tertinggi tersebut.

PROPER merupakan program penilaian dari pemerintah melalui KLH/BPLH untuk mengukur kepatuhan, kinerja, dan inovasi pelaku usaha dalam pengelolaan lingkungan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Baca juga: Peringati Hari Tani Nasional, Pupuk Kaltim Perkuat Dukungan ke Petani lewat Agrosolution

PROPER Emas menjadi kategori tertinggi yang diberikan kepada perusahaan dengan kinerja lingkungan unggul, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat yang signifikan.

Tag:  #strategi #keberlanjutan #pupuk #kaltim #dari #biogas #hingga #plts

KOMENTAR