Berkah Paskah, Penumpang Kereta Tembus 826.198 Orang, Rute Jogja Jadi Primadona
– Libur panjang Paskah menjadi momentum lonjakan mobilitas masyarakat yang tercermin dari peningkatan signifikan jumlah penumpang kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat melayani total 826.198 pelanggan pada periode 2 hingga 5 April 2026, dengan rata-rata keterisian tempat duduk harian mencapai 113,58 persen.
Kenaikan ini menunjukkan peran transportasi publik, khususnya kereta api, sebagai tulang punggung pergerakan masyarakat saat momen libur nasional, sekaligus memberi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi domestik.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tren tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan waktu libur.
"Masyarakat sangat bersemangat memanfaatkan jeda waktu ini untuk beragam aktivitas,” kata Anne dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
“Suasana di stasiun dan di dalam kereta api pun terasa sangat dinamis sekaligus menyenangkan," ujar Anne.
Menurut dia, masyarakat memanfaatkan momentum libur Wafat Yesus Kristus dan Hari Paskah untuk beragam aktivitas, mulai dari wisata, berburu kuliner, hingga pulang kampung untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga.
Baca juga: KAI Percepat Evakuasi KA Bangunkarta, Rekayasa Pola Operasi dan Angkutan Lanjutan Bus Disiapkan
Okupansi Tembus 127,59 Persen
Dari total kapasitas 727.434 tempat duduk yang disediakan, jumlah tiket yang terjual mencapai 826.198. Angka ini melampaui kapasitas karena adanya pola penumpang dinamis (dynamic load), di mana satu kursi dapat digunakan bergantian oleh penumpang dalam satu rangkaian perjalanan.
Secara rinci, Kereta Api Jarak Jauh melayani 691.736 pelanggan atau 111,9 persen dari kapasitas. Sementara KA Lokal mencatat 134.462 pelanggan, setara 122,79 persen dari kapasitas 109.504 tempat duduk.
Secara harian, lonjakan penumpang terjadi sepanjang periode libur. Pada 2 April 2026, jumlah pelanggan mencapai 202.931 orang dengan okupansi 111,98 persen. Angka ini meningkat pada 3 April 2026 menjadi 203.878 pelanggan dengan okupansi 111,91 persen.
Pada 4 April 2026, jumlah pelanggan tercatat 187.189 orang dengan okupansi 102,78 persen. Puncaknya terjadi pada 5 April 2026 dengan total 232.200 pelanggan dan okupansi mencapai 127,59 persen.
Baca juga: Penumpang Kereta Lebaran 2026 Tembus 5 Juta, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Yogyakarta Masih Jadi Magnet
Foto udara kendaraan yang bergerak di jalan dekat Tugu Yogyakarta
Rute yang menghubungkan kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Relasi Yogyakarta–Gambir tercatat sebagai yang paling diminati dengan 7.828 pelanggan, disusul Gambir–Yogyakarta sebanyak 7.529 pelanggan. Rute Pasarsenen–Lempuyangan dan sebaliknya masing-masing mencatat 6.452 dan 6.415 pelanggan.
Selain itu, Semarang Tawang–Gambir melayani 6.141 pelanggan, sementara Surabaya Gubeng–Yogyakarta mencatat 5.983 pelanggan. Adapun relasi Gambir–Semarang Tawang mencapai 5.721 pelanggan dan Yogyakarta–Surabaya Gubeng sebanyak 5.354 pelanggan.
Untuk rute Bandung, tercatat Bandung–Gambir sebanyak 5.258 pelanggan dan Gambir–Bandung sebanyak 5.116 pelanggan.
Anne menuturkan, Yogyakarta tetap menjadi magnet utama karena kekuatan wisata budaya dan kuliner, seperti gudeg dan bakpia di kawasan Malioboro. Semarang menarik melalui ikon Lawang Sewu serta kuliner khas seperti lumpia dan kepala manyung.
Bandung menjadi tujuan favorit bagi pencari udara sejuk dan wisata kuliner kafe, sementara arus menuju Jakarta didominasi keluarga yang mengunjungi taman hiburan dan pusat perbelanjaan.
"KAI terus melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan selalu meningkat bagi kenyamanan semua penumpang," tutup Anne.
Tag: #berkah #paskah #penumpang #kereta #tembus #826198 #orang #rute #jogja #jadi #primadona