MedcoEnergi (MEDC) Cetak Laba Rp 1,72 T Sepanjang 2025, Produksi Migas Naik
MedcoEnergi tetap menjaga operasional lapangan minyak dan gas bumi secara optimal. MedcoEnergi resmi tercatat di OTCQX AS, perkuat akses investor internasional.(DOK. MEDCOENERGI)
10:32
3 April 2026

MedcoEnergi (MEDC) Cetak Laba Rp 1,72 T Sepanjang 2025, Produksi Migas Naik

- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat laba bersih sebesar 101 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,72 triliun (asumsi kurs Rp 16.990 per dollar AS) sepanjang 2025.

Laba ini turun 72,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 367 juta dollar AS. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, penurunan laba ini terjadi meski kinerja operasional perusahaan menunjukkan pertumbuhan, khususnya pada produksi minyak dan gas (migas).

“Pada tahun 2025 kami membukukan kinerja yang kuat bagi perusahaan dan pemegang saham,” ujar Roberto dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (3/4/2026).

Baca juga: MedcoEnergi Kantongi PSC Cendramas di Lepas Pantai Malaysia

Ia menyebut, total imbal hasil pemegang saham bahkan mencapai rekor 27 persen, seiring tercapainya target produksi migas sebesar 156.000 barrel setara minyak per hari (mboepd) dan penjualan listrik sebesar 4.371 gigawatt hour (GWh).

Secara operasional, produksi migas MedcoEnergi meningkat menjadi 156 mboepd, didorong oleh kontribusi lapangan baru seperti Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, serta kinerja kuat di Oman Block 60.

Sementara itu, dari sisi ketenagalistrikan, penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, dengan sekitar 25 persen berasal dari energi terbarukan.

Namun demikian, penurunan laba bersih dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran sumur kering (dry hole), serta melemahnya harga komoditas energi.

Meski laba menurun, perusahaan mencatat EBITDA sebesar 1,26 miliar dollar AS atau relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah penurunan harga minyak rata-rata dari 78 dollar AS per barel menjadi 67 dollar AS per barel.

Dari sisi keuangan, likuiditas MedcoEnergi tetap terjaga dengan posisi kas sebesar 633 juta dollar AS pada akhir 2025. Sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di level 2,0 kali, masih dalam target perusahaan.

Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal sebesar 437 juta dollar AS sepanjang 2025, termasuk untuk pengembangan proyek migas dan energi terbarukan, serta pembelian fasilitas produksi terapung (FPSO) Marlin Natuna guna menjaga keberlanjutan produksi.

Bos MedcoEnergi Hilmi Panigoro sebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi negara.KOMPAS.com/APRILLIA IKA Bos MedcoEnergi Hilmi Panigoro sebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi negara.

Dalam keterangan yang sama, Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis ke depan.

“Saya sangat puas dengan kinerja tahun 2025. Memasuki 2026, kami tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan,” ujar Hilmi.

Untuk 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi migas di kisaran 165–170 mboepd dan penjualan listrik mencapai 4.550 GWh, seiring upaya perusahaan mempertahankan pertumbuhan kinerja di tengah dinamika harga energi global.

Tag:  #medcoenergi #medc #cetak #laba #sepanjang #2025 #produksi #migas #naik

KOMENTAR