Tak Ada MBG untuk Siswa di Hari Libur, Negara Hemat Rp 20 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (tengah) dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan HIndayana dalam rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Kamis (2/4/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
21:48
2 April 2026

Tak Ada MBG untuk Siswa di Hari Libur, Negara Hemat Rp 20 Triliun

Pemerintah memangkas frekuensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini ditaksir menghemat anggaran hingga Rp 20 triliun.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan penghematan dihitung untuk periode April hingga Desember 2026.

“Ya, kita prediksi kurang lebih Rp 20 triliun per tahun,” ujar Dadan usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Zulhas Ancam Tutup 1.789 Dapur MBG yang Kena Suspend

Pemangkasan dilakukan pada hari libur sekolah. Siswa tidak lagi menerima MBG saat tidak masuk sekolah. Pemerintah menegaskan kualitas makanan tidak berubah.

Dadan menyebut distribusi tetap mengikuti kehadiran penerima manfaat. Sekolah dengan lima hari belajar menerima lima kali, sedangkan sekolah dengan enam hari tetap menerima enam kali.

“Untuk anak sekolah, untuk yang lima hari sekolah kita berikan lima hari, untuk yang enam hari kita berikan enam hari,” kata dia.

Namun kebijakan ini tidak berlaku merata. BGN tetap menyalurkan MBG enam hari dalam sepekan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.

Wilayah tersebut antara lain berada di Nusa Tenggara Timur, Papua, serta sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Di daerah-daerah 3T, kemudian juga daerah-daerah seperti NTT, Papua itu pasti tetap akan enam hari,” ujar Dadan.

Baca juga: Susu MBG Dijual di Swalayan, BGN: Kita Enggak Pernah Bikin Susu

BGN juga memastikan tidak ada perubahan pada gaji pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meski frekuensi distribusi di beberapa wilayah dikurangi.

“Tidak, tetap. Kan selama ini juga segitu,” kata dia.

Kebijakan ini muncul di tengah upaya pemerintah menekan beban anggaran akibat tekanan global, termasuk konflik di Asia Barat. Selain MBG, pemerintah juga menerapkan kebijakan lain seperti work from home setiap Jumat bagi aparatur sipil negara.

Langkah ini menunjukkan adanya penyesuaian pada program prioritas. Penghematan menjadi fokus, dengan konsekuensi penyesuaian distribusi bantuan bagi sebagian penerima.

Tag:  #untuk #siswa #hari #libur #negara #hemat #triliun

KOMENTAR