Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
PT PP Presisi (Persero) Tbk (PPRE)
17:47
2 April 2026

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

PT PP Presisi Tbk (PPRE) kembali memperkuat posisinya di industri penyedia jasa pertambangan nasional.

Emiten infrastruktur ini berhasil mengamankan kontrak baru bernilai fantastis, yakni Rp870 miliar, untuk menggarap proyek penambangan bijih bauksit milik PT Antam Tbk (ANTM) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Dalam pengerjaannya, PPRE tidak sendirian. PPRE membentuk kerja sama operasi (KSO) bersama sang induk usaha, PT PP (Persero) Tbk, serta PT Lancarjaya Mandiri Abadi.

Ruang lingkup kerja sama raksasa ini mencakup aktivitas penggalian bauksit, pengangkutan material (hauling), hingga pengoperasian fasilitas pencucian (washing plant). Penggalian perdana atau first cut diestimasi akan mulai berjalan pada awal triwulan II-2026.

Harga saham PPRE saat ini ada di kisaran Rp103.

Mengingat skala proyek yang masif ini, menarik untuk mengulas lebih dalam mengenai profil dan rekam jejak PT PP Presisi Tbk.

Profil PPRE

PT PP Presisi Tbk merupakan anak perusahaan dari BUMN konstruksi terkemuka, PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

Perusahaan ini berfokus pada penyediaan jasa terintegrasi di bidang pertambangan dan konstruksi sipil, serta telah melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten sektor infrastruktur.

Menengok kilas balik sejarahnya, perusahaan ini tidak langsung sebesar sekarang:

  1. Tahun 2004: Berdiri pertama kali dengan nama PT Prima Jasa Aldodua. Pada fase awal ini, fokus utama operasional perusahaan hanya berkisar pada bisnis penyewaan peralatan kerja.
  2. Tahun 2015: Menjadi titik balik besar. Perusahaan memperluas sayap bisnisnya ke arah penyewaan alat-alat berat khusus konstruksi. Di tahun yang sama, PTPP resmi mengakuisisi perusahaan ini dan mengganti namanya menjadi PP Peralatan Konstruksi, sebelum akhirnya berkembang menjadi PP Presisi.


Empat Pilar Bisnis dan Rekam Jejak Proyek Nasional

Sebagai perusahaan spesialis pekerjaan sipil dan tambang, PPRE menopang operasionalnya melalui empat lini bisnis utama yang saling terintegrasi:

Jasa Pertambangan: Melayani pengerjaan komoditas seperti batu bara dan nikel. Cakupan kerjanya meliputi pembuangan lapisan tanah penutup (overburden removal), pengangkutan bahan tambang, pemeliharaan akses jalan tambang, hingga pengelolaan area pembuangan (waste dump) dan kolam sedimen.

Pekerjaan Sipil: Menangani proyek-proyek skala besar mulai dari pembukaan lahan, pengaspalan, hingga pengerjaan fasilitas publik.

Pekerjaan Struktur: Fokus pada kekuatan struktur bangunan.

Penyewaan Alat Berat: Memanfaatkan kesiapan armada besar untuk disewakan ke berbagai proyek eksternal.

Portofolio PPRE dalam pengerjaan infrastruktur nasional sangat mentereng. Beberapa proyek prestisius yang sukses digarap di antaranya adalah pembangunan Runway 3 (Seksi 1) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, proyek pembangunan Bandara Kediri, pembangunan dermaga di Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga pembangunan Pelabuhan Patimban.

Untuk mendukung seluruh pengerjaan tersebut, hingga akhir tahun 2025 lalu, PPRE tercatat mengoperasikan armada alat berat sebanyak 1.398 unit. Kesiapan alat ini pula yang membantu perusahaan meraup kontrak baru sebesar Rp3,2 triliun hingga pertengahan 2025, di mana sekitar 89,58 persen di antaranya disumbang oleh sektor jasa pertambangan dan konstruksi.

Kepemilikan Saham

PPRE resmi menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2017 melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO).

Saat itu, perseroan melepas 2,35 miliar lembar saham ke publik dengan harga Rp430 per saham dan berhasil menghimpun dana segar senilai Rp1,01 triliun.

Berdasarkan data registrasi pemegang efek per akhir November 2025, peta kepemilikan saham PPRE adalah sebagai berikut:

PT PP (Persero) Tbk (PTPP): Selaku pemegang saham pengendali dan induk usaha, menguasai mayoritas saham sebanyak 7,87 miliar lembar atau setara dengan 76,99 persen.

Masyarakat (Non-Warkat): Memiliki porsi kepemilikan sebanyak 2,24 miliar lembar saham atau setara dengan 21,93 persen.

Secara mutlak, penerima manfaat akhir atau pemilik sesungguhnya dari entitas PPRE ini tetap bermuara pada PT PP (Persero) Tbk selaku entitas induknya.

Kontributor : Rizqi Amalia

Editor: M Nurhadi

Tag:  #profil #presisi #ppre #anak #usaha #bumn #siapa #saja #pemegang #sahamnya

KOMENTAR