Pendapatan Semen Indonesia (SMGR) 2025 Capai Rp 35,24 T, Laba Rp 191 M
Ilustrasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR(Dok. SMGR)
09:32
2 April 2026

Pendapatan Semen Indonesia (SMGR) 2025 Capai Rp 35,24 T, Laba Rp 191 M

- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan pendapatan sebesar Rp 35,24 triliun (audited) sepanjang 2025.

Sementara, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp Rp 190,84 miliar, atau menurun 73,48 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 719,76 miliar.

Kinerja keuangan perusahaan dengan sandi bursa SMGR tersebut ditopang oleh volume penjualan sebanyak 37,93 juta ton.

Selain itu, SMGR juga membukukan beban pokok pendapatan sebesar Rp 28,17 triliun.

Baca juga: Indokripto (COIN) Raup Pendapatan Rp 284,75 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Kemudian, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tercatat sebesar Rp 4,49 triliun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 602 miliar.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, SIG secara konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

Strategi tersebut dilakukan untuk merespons tantangan industri bahan bangunan yang mengalami perlambatan pada 2025.

Hingga akhir 2025, strategi transformasi tersebut telah menunjukkan hasil positif.

Pada kuartal III dan IV-2025, penjualan domestik SIG menunjukkan perbaikan yang berkontribusi terhadap total penjualan sepanjang tahun 2025.

Selain melakukan transformasi dalam pengelolaan pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar regional untuk menjaga kinerja perusahaan tetap positif di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang masih menantang.

Pada 2025, SIG berhasil mencatatkan penjualan regional sebesar 7,95 juta ton, atau meningkat 14,3 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton.

Dari sisi biaya, efisiensi secara ketat dan peningkatan operational excellence secara berkelanjutan telah membantu Perusahaan menekan beban pokok pendapatan 0,3 persen dan beban usaha (di luar beban operasi lainnya) yang turun 1,1 persen secara tahunan yoy. Sementara itu, biaya keuangan bersih juga tercatat lebih rendah 32,7 persen sepanjang tahun yoy, sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan.

“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang. Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan Perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” kata Vita dalam keterangan Rabu (1/4/2026).

Vita menambahkan, SIG optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi.

Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

”SIG menargetkan untuk mulai ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500.000 hingga 1 juta ton semen per tahun,” ungkap Vita.

Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah). Kolaborasi dua perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia ini bertujuan untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.

Selain profitabilitas yang solid pada kinerja bisnis, SIG juga membuktikan komitmennya pada aspek keberlanjutan.

Pada 2025, SIG mencatatkan penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21 persen dibandingkan baseline 2010.

Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) berhasil turun menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 15 persen dibandingkan baseline 2019.

Capaian ini diperoleh dari konsistensi Semen Indonesia untuk terus meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF) dan limbah industri.

SIG juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya, serta konversi gas panas buang menjadi energi listrik atau Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).

Pada 2025, SIG mencatatkan penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton atau naik dari 2024 sebanyak 550.085 ton, serta mencapai substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77 persen dari sebelumnya 7,56 persen pada 2024.

”Bagi SIG, kinerja keberlanjutan tidak kalah pentingnya dengan kinerja bisnis.

Bahkan SIG telah membuktikan keduanya dapat berjalan beriringan bahkan saling mengisi satu dengan lainnya.

SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi competitive advantage dan membuat Perusahaan menjadi lebih adaptif dan berdaya saing di tengah kondisi industri domestik yang menantang dan situasi geopolitik yang dinamis,” tutup Vita.

Baca juga: BEI Catat 11 Calon Emiten Beraset Besar Siap Melantai di Bursa, Sektor Apa Saja?

Tag:  #pendapatan #semen #indonesia #smgr #2025 #capai #3524 #laba

KOMENTAR