Harga Emas Diproyeksi Menguat hingga Akhir 2026, Apa Alasannya?
- Harga emas diproyeksikan dapat berangsur menguat hingga akhir tahun ini.
Namun demikian, penguatan harga emas sangat dipengaruhi kondisi ekonomi dunia terutama dari perkembangan konflik di Timur Tengah dan kebijakan bank sentral Amerika Serikar Federal Reserve (The Fed).
Pengamat komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono memproyeksikan pada kuartal II-2026 harga emas tetap cenderung rebound konsolidatif.
"Faktor pendorong utama adalah antisipasi meredanya ketegangan Timur Tengah dan ancaman pelambatan ekonomi global dan potensi The Fed akan bertahan," kata dia kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Harga Emas Terus Tertekan Penguatan Dollar AS
Ia menambahkan, sulit mempertahankan outlook pengetatan moneter karena sifatnya jangka pendek dan bisa kembali longgar.
Dalam skenario positif, harga emas diproyeksikan dapat mencapai level resistance di rentang 5.000-5.600 dollar AS per ounce.
Sementara level support harga emas sepanjang kuartal II-2026 diproyeksikan berada di rentang 3.880-3.000 dollar AS per ounce.
"Faktor musiman dan persiapan pasar menghadapi potensi pemangkasan suku bunga di pertengahan tahun menjadi penyangga utama harga," ucap Wahyu.
Baca juga: Tips Jual Emas agar Cuan Maksimal, Ini Hal yang Wajib Diperhatikan
Proyeksi harga emas di semester II 2026
Lebih jauh, Wahyu memprediksi pada semester II-2026 hingga akhir tahun, prospek emas tetap cenderung bullish atau menguat.
"Faktor pendorong utama adalah antisipasi poros kebijakan moneter (pivot) dari Federal Reserve," imbuh dia.
Menurut dia, pada masa tersebut pasar mulai memperhitungkan pemangkasan suku bunga yang biasanya menjadi bahan bakar utama bagi kenaikan harga emas karena menurunnya biaya peluang (opportunity cost) memegang aset tanpa bunga.
Hal tersebut akan sangat dipengaruhi oleh sentimen utama yakni ancaman pelambatan ekonomi global akibat tingginya inflasi yang dipicu kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Baca juga: Wells Fargo Prediksi Harga Emas Tembus 6.300 Dollar AS pada 2026
Pada akhirnya ekonomi global sulit menerima tingginya harga minyak dunia. Apalagi jika ketegangan Timur Tengah mereda, maka kecenderungan moneter global kembali melonggar terutama The Fed.
"Ditambah lagi konsistensi aksi beli emas oleh bank-bank sentral dunia terutama China akan memberikan lantai harga yang kuat bagi emas," ungkap Wahyu.
Pada paruh kedua tahun ini, harga emas diproyeksikan dapat mencapai level resistance di rentang 5.000-6.000 dollar AS per ounce.
Sementara level support harga emas sepanjang semester II-2026 diproyeksikan berada di rentang 4.000-3.000 dollar AS per ounce.
Wahyu berpandangan, dalam jangka panjang emas tetap dalam tren bullish dan ada peluang akan ditutup akhir tahun dalam kondisi menguat.
Hal tersebut didukung oleh ancaman resesi global dan peluang pelonggaran moneter terutama jika dampak perang Timur Tengah mereda dan harga minyak melemah kembali.
Baca juga: Harga Emas Dunia Rebound ke 4.500 Dollar AS, Dipicu Aksi Borong
Harga emas melemah di tengah konflik geopolitik
Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah melibatkan Israel, AS, dan Iran sangat panas, emas justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan.
Wahyu menjelaskan, harga emas yang sempat menurun ke level 4.100 dollar AS per troy ons belakangan ini bukan disebabkan oleh hilangnya risiko perang.
Pelemahan harga emas dipengaruhi oleh pergeseran fokus pasar ke kebijakan moneter Amerika Serikat dan tekanan inflasi global.
"Namun, setelah anjlok tersebut emas rebound konsolidatif," ucap dia.
Wahyu menyebut, fluktuasi harga emas yang kita lihat belakangan ini memang cukup dinamis.
Pergerakan ini mencerminkan tarik-ulur yang kuat antara kebijakan moneter AS dan tensi geopolitik global yang dipicu terutama oleh kebijakan Trump.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini (30/3) Anjlok, Turun Rp 30.000 per Gram
Dampak Penurunan harga emas spot ke emas domestik
Wahyu menjelaskan, harga emas di Indonesia seperti Antam atau Pegadaian dipengaruhi oleh dua variabel utama yakni harga emas global dan nilai tukar rupiah.
Di samping itu, harga emas global atau emas spot mengikuti fluktuasi dalam dollar AS.
"Jika harga emas global naik dan di saat yang sama rupiah melemah terhadap dollar AS, maka kenaikan harga emas domestik akan jauh lebih tajam," tutur dia.
Sebaliknya, ia menyebut, penguatan rupiah bisa meredam kenaikan harga emas global di pasar lokal.
Ketika ketegangan Timur Tengah mereda dan emas dunia rebound, maka emas Antam akan cenderung ikut kembali menguat.
Baca juga: Harga Emas Dunia Menguat Hampir 2 Persen di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah
Faktor penentu harga emas yang perlu diperhatikan investor
Dalam membaca harga emas ke depan, Wahyu bilang, salah satu data yang penting adalah data Inflasi AS.
Ia meminta masyarakat fokus pada Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE).
Pasalnya, data inflasi yang tinggi bisa menjegal peluang The Fed memangkas suku bunga acuan.
Selain itu, data tenaga kerja dan pengangguran AS juga penting, Pelemahan data tenaga kerja bisa menjadi pertimbangan The Fed untuk melakukan pelonggaran moneter.
Masyarakat juga dapat memerhatikan imbal hasil obligasi atau treasury yield. Ketika imbal hasil obligasi AS turun, daya tarik emas akan meningkat.
Wahyu berujar, harga emas juga dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral China (PBOC).
"Pembelian emas oleh bank sentral dunia, terutama China, merupakan pendukung fundamental harga yang sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir," kata dia.
Baca juga: Harga Emas Dunia Terus Melemah, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi Global
Harga emas tertekan penguatan dollar AS
Harga emas terus tertekan di tengah kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik.
Pengamat komoditas dan mata uang sekaligus Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, faktor yang menekan harga emas adalah penguatan dollar AS yg disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia.
"Menyebabkan kenaikan inflasi dan suku bunga," kata dia kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, perkembangan terakhir ini telah menyebabkan prospek suku bunga acuan bank sentral AS The Fed yang sebelumnya diperkirakan akan memangkas suku bunga 2 hingga 3 kali tahun ini, berubah menjadi potensi kenaikan sekali.
Lukman menjelaskan, komoditas emas adalah aset tanpa imbal hasil, dengan tingginya tingkat suku bunga akan menyebabkan "opportunity cost" kepemilikan meningkat.
"Harga emas diperkirakan masih susah naik, walau tekanan mungkin sudah mereda," imbuh dia.
Menurut Lukman, beberapa bulan ke depan data-data inflasi akan memicu kebijakan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.
"Walau demikian, emas diperkirakan bisa mulai kembali naik akhir tahun dan melanjutkan tren kenaikan jangka panjang," ungkap dia.
Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok 11 Persen Sepekan, Kehilangan Daya Tarik?
Sebagai informasi, harga emas diketahui mengalami tekanan di tengah kombinasi faktor makroekonomi, termasuk kebijakan suku bunga dan penguatan dollar AS.
Dikutip dari Mining.com, Senin (30/3/2026), dalam beberapa waktu terakhir, emas bahkan sempat turun sekitar 15 persen dalam satu bulan, mencerminkan meningkatnya volatilitas pasar.
Tekanan tersebut terjadi ketika pasar mempertimbangkan arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) di tengah inflasi yang masih relatif tinggi.
Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset non-yielding menjadi berkurang.
Penurunan harga emas juga tercermin pada pasar dalam negeri. Harga emas Senin (30/3/2026) siang, di Pegadaian untuk produk Galeri 24 dan UBS terpantau mengalami penurunan dibandingkan perdagangan pagi.
Berdasarkan pembaruan data terbaru di laman Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram berada di level Rp 2.806.000 per gram, turun Rp 12.000 dari sebelumnya Rp 2.818.000 per gram.
Sementara itu, harga emas UBS ukuran 1 gram juga turun Rp 13.000 menjadi Rp 2.819.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.832.000 per gram.
Harga emas Antam di Logam Mulia untuk kepingan 1 gram turun dari Rp 2.837.000 (pagi) menjadi Rp 2.807.000 (siang), atau terkoreksi sebesar Rp 30.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok, Bagaimana Harga Logam Mulia Domestik Pekan Ini?
Tag: #harga #emas #diproyeksi #menguat #hingga #akhir #2026 #alasannya