Pangkas Anggaran Kementerian, Purbaya: Menterinya Mengajukan Terus...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (19/3/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
13:08
25 Maret 2026

Pangkas Anggaran Kementerian, Purbaya: Menterinya Mengajukan Terus...

- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal memangkas anggaran beberapa kementerian dan lembaga negara.

Menurutnya, masih banyak kementerian dan lembaga negara yang terus-menerus mengajukan anggaran dalam jumlah relatif besar.

Berangkat dari sini, Pemerintah perlu menyesuaikan anggaran bagi kementeriannya supaya belanja negara tetap pada jalur aman.

Baca juga: Sektor Pelayanan Publik Tetap ke Kantor, Purbaya: Nggak Bisa Dikerjakan dengan WFH

Purbaya mengungkapkan, jika menteri terus mengajukan anggaran hingga sekian puluh triliun.

"Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasi anggaran-anggaran yang baru, jangan diajukan lagi. Menterinya mengajukan terus, sekian puluh triliun, kita potong kalau yang itu, yang lain kita akan sesuaikan," ujar Purbaya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (21/3/2026).

Dirinya juga menghitung di mana pemangkasan tak bakal memengaruhi berputarnya roda perekonomian.

Purbaya akan memonitor sendiri hal ini.

"Tapi, ini enggak akan sampai memengaruhi ekonomi. Kita pastikan juga ekonomi yang terjaga baik. Itu saya monitor terus," katanya.

Baca juga: Purbaya dan Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Kuat

Besaran pemangkasan anggaran masih berada di meja diskusi, efisiensi ini bakal diberlakukan bila Presiden Prabowo sudah menyetujuinya.

Awalnya, Purbaya mengajukan pemangkasan 10 persen, tapi respons yang didapat justru meminta tambahan anggaran.

"Kita lagi hitung, untuk semua kementerian. Tadinya kita usulkan mereka mengajukan (efisiensi) 10 persen, tetapi kalau saya tawarin ke mereka, mereka bukan motong, malah nambah terus. Ya sudah saya bilang saya potong, nanti mereka sesuaikan. Tetapi, persenannya kita lagi diskusikan," jelasnya.

Ekonomi Indonesia terjaga

Selain pemotongan anggaran kementerian, Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I mencapai 5,6-5,7 persen.

Baca juga: Purbaya: Kebijakan WFH Bisa Hemat Penggunaan BBM 20 Persen

Pertumbuhan ditopang kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran.

"Pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen, kalau perkiraan kasar ya. Itu sudah lumayan bagus lah, di tengah gejolak global sekarang," jelasnya.

Pemerintah selama ini menyerap dampak gejolak global supaya tak berpengaruh besar ke masyarakat.

Subsidi energi jadi salah satu contohnya.

"Dampak global saat ini masih belum terasa karena diserap oleh pemerintah. Kita menjaga supaya masyarakat bisa beraktivitas normal," katanya.

Baca juga: Ada Ramadhan, Purbaya Optimistis Ekonomi Q1 Tumbuh hingga 5,7 Persen

Permintaan domestik jadi hal yang harus digarap serius pemerintah, lalu penguatan di sektor swasta diharapkan jadi tulang punggung perekonomian supaya daya beli masyarakat terjaga.

Selain itu, pemerintah tak boleh telat membelanjakan anggaran yang harusnya segera digunakan.

“Kita akan pastikan belanja pemerintah yang memang harus dibelanjakan, dibelanjakan tepat waktu,” ujar Purbaya.

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "MBG dan Bansos Tidak Terdampak Efisiensi" dan "Purbaya dan Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Kuat"

Tag:  #pangkas #anggaran #kementerian #purbaya #menterinya #mengajukan #terus

KOMENTAR