Permintaan Properti Tangerang Melonjak Saat Nasional Melambat
Ilustrasi properti, bisnis properti.(SHUTTERSTOCK/VITALII VODOLAZSKYI)
19:08
28 Februari 2026

Permintaan Properti Tangerang Melonjak Saat Nasional Melambat

– Pasar properti hunian dan komersial di Tangerang Raya diproyeksikan tetap tumbuh tahun ini. Ketersediaan lahan masih luas. Harga relatif lebih kompetitif dibanding Jakarta. Pengembangan kawasan terpadu dan infrastruktur juga terus bertambah.

Permintaan properti komersial di Tangerang pada kuartal IV 2025 masih tinggi. Kondisi ini berbeda dengan tren nasional yang mengalami tekanan. Data tersebut tercermin dalam survei Bank Indonesia.

Indeks permintaan properti komersial kategori jual secara nasional pada kuartal IV hanya tumbuh 0,69 persen secara tahunan atau year on year. Angka itu stabil dibanding kuartal sebelumnya. Indeks kategori sewa bahkan terkontraksi 1,55 persen secara tahunan pada kuartal IV, setelah turun 1,53 persen pada kuartal III.

Wilayah Banten menunjukkan tren berbeda. Indeks permintaan properti komersial sewa melonjak 127,48 persen secara tahunan pada kuartal IV. Angka itu meningkat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 125,43 persen dan dari kuartal IV 2024 yang naik 119,68 persen.

Baca juga: Tanggapan Bos Properti soal Perpres Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Indeks permintaan komersial kategori jual di Banten juga tumbuh 108,99 persen secara tahunan pada kuartal IV. Pertumbuhan itu membaik dibanding kuartal III yang tercatat 108,94 persen.

Permintaan ritel menjadi penopang utama. Indeks permintaan ritel sewa di Banten tumbuh 129,84 persen secara tahunan pada kuartal IV. Kuartal sebelumnya mencatat pertumbuhan 128,72 persen. Indeks permintaan ritel jual stabil di level 100,12 persen secara tahunan.

Pasokan properti komersial sewa di wilayah ini hanya tumbuh 3,64 persen secara tahunan pada kuartal IV. Angka itu melambat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,34 persen. Pasokan komersial jual naik 1,49 persen secara tahunan setelah pada kuartal sebelumnya tidak mencatat pertumbuhan.

Segmen hunian mencatat kinerja kuat. Penjualan rumah di Tangerang melampaui wilayah lain di Jabodetabek. Pangsa pasar rumah tapak mencapai lebih dari 56 persen dari total penjualan tahun lalu.

Riset Leads Property Services Indonesia mencatat pasokan rumah tapak di Jabodetabek pada 2025 mencapai 194.400 unit. Harga rata-rata mencapai Rp 2,7 miliar per unit. Tingkat penjualan mencapai 93 persen.

Pasokan rumah di Tangerang mencapai 92.000 unit atau 47,4 persen dari total pasokan Jabodetabek.

“Tingkat penjualan rumah di wilayah ini mencapai 94% dengan rata-rata harga sekitar Rp 3 miliar per unit,” ungkap Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property Services Indonesia, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Tol Jakarta–Tangerang KM 25 Segera Uji Coba, Target Beroperasi Awal 2026

Pasokan rumah di Jakarta tercatat 9.900 unit dengan tingkat penjualan 85 persen. Bogor memiliki 37.000 unit dengan tingkat penjualan 95 persen. Depok mencatat 10.500 unit dengan tingkat penjualan 92 persen. Bekasi memiliki 46.700 unit dengan tingkat penjualan 94 persen.

Leads Property menilai pasar saat ini lebih didorong end user. Minat investor melemah karena imbal hasil tertekan. Kenaikan harga properti tidak sebanding dengan pertumbuhan tarif sewa yang relatif stagnan.

Martin memperkirakan pembelian rumah tahun ini terdorong insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah, suku bunga rendah, dan tenor kredit kepemilikan rumah yang lebih panjang. Pembayaran pembelian rumah masih didominasi fasilitas kredit kepemilikan rumah.

Paramount Gading Serpong menjadi salah satu kawasan terpadu di Tangerang Raya. Kawasan ini didukung infrastruktur lengkap. Paramount Land menyesuaikan strategi dengan dinamika pasar melalui penguatan infrastruktur dan peluncuran produk baru.

Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi menyebut pengembangan produk komersial akan menjadi fokus utama. “Tahun ini, peluncuran produk baru akan difokuskan ke komersial. Untuk hunian, kami melanjutkan produk yang sudah ada,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Paramount Gading Serpong mengembangkan Pasadena Central District seluas 40 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai area komersial dan hunian terintegrasi dengan konsep 10 Minutes City Living. Kebutuhan belanja, kuliner, hiburan, dan fasilitas publik dapat dijangkau dalam waktu 10 menit.

Aedas Architect dari Singapura menjadi perancang utama. Kawasan ini akan dilengkapi anchor tenant skala besar yang menghadap Jalan Boulevard Raya.

Direktur Paramount Land Chrissandy Dave menyampaikan perusahaan meresmikan identitas dan logo baru sejak 18 Desember 2025. Pembaruan ini mencerminkan fase perkembangan kawasan.

Populasi Gading Serpong mencapai hampir 120.000 jiwa di luar komuter. Lebih dari 40 klaster hunian telah terhuni. Area komersial mencatat tingkat okupansi tinggi dan mendukung aktivitas tinggal serta bekerja.

Boulevard utama mencatat lalu lintas lebih dari 15.000 kendaraan per jam. Tingkat okupansi bisnis juga tinggi.

Selain Pasadena, Paramount Gading Serpong menyiapkan Victoria District seluas sekitar 10 hektare. Kawasan ini akan difokuskan untuk produk komersial.

Tag:  #permintaan #properti #tangerang #melonjak #saat #nasional #melambat

KOMENTAR