Menteri UMKM Sebut Banjir Impor China akibat Permainan Kargo dan Oknum Bea Cukai
Menteri Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam diskusi di kantornya, Jakarta, Jum’at (27/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni’am)
06:20
28 Februari 2026

Menteri UMKM Sebut Banjir Impor China akibat Permainan Kargo dan Oknum Bea Cukai

– Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut banjir impor produk dari China dipicu praktik perusahaan kargo yang bermain dengan oknum Bea Cukai.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam diskusi Mengawal Momentum UMKM Naik Kelas di Tengah Rekor Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digelar Forum Wartawan UMKM.

“Saya sudah sampaikan biang onar-nya ini perusahaan kargo yang bermain dengan oknum, oknum di Bea Cukai. Saya sudah pernah ngomong itu,” kata Maman di kantornya, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Menteri UMKM Ungkap Selisih Data Impor Tekstil China, Indikasi Under-Invoicing

Ia mengatakan produk dari China bisa masuk secara ilegal melalui transaksi perusahaan kargo.

Informasi tersebut sebelumnya telah ia sampaikan. Belakangan, oknum Bea Cukai terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) karena menerima suap dari perusahaan kargo, Blueray Cargo.

Hasil penyidikan mengungkap transaksi suap dilakukan setiap hari kepada oknum tersebut.

Politikus Partai Golkar itu menduga praktik serupa tidak hanya dilakukan oleh satu perusahaan.

“Enggak mungkin. Itu pasti lebih banyak. Dan belum lagi pintu-pintunya itu bukan cuma di Tanjung Priok, bukan cuma di Semarang, bukan cuma di Surabaya, bukan di mana-mana,” tutur Maman.

Ia menilai pasar yang dibanjiri produk China membuat pelaku UMKM sulit berkembang.

Perbankan negara dan swasta telah menyalurkan KUR. Pemerintah juga memberi pendampingan. Pelaku UMKM dinilai mampu memproduksi barang komersial.

Namun produk mereka kalah saing karena barang impor ilegal dijual lebih murah.

“Mereka nggak bisa jual barang hari ini. Dia produksi baju, pada saat bajunya ini mau dijual ke pasar, ke market, enggak laku bajunya. Karena apa? Karena pasarnya becek, dipenuhi dengan barang-barang impor dari luar,” kata Maman.

Baca juga: Alih Teknologi, 156 Pekerja KEK Industropolis Batang Pelatihan di China

Data United Nations Trade and Development menunjukkan adanya ketimpangan antara angka ekspor China ke Indonesia dan data impor yang tercatat di Indonesia.

Ekspor celana dalam dari China pada 2021 tercatat 24,2 juta dollar AS. Sementara data impor di Indonesia hanya 6,8 juta dollar AS.

Pada 2024, ekspor kaos China tercatat 61,7 juta dollar AS. Data impor di Indonesia hanya 20,4 juta dollar AS.

“Itu yang disebut oleh Pak Presiden under-invoicing. Data impor di tempat kita masuk barang-barang impor ini itu 100, tapi dari China yang tercatat barang ekspornya itu 900. Berarti ada 800 Pak yang enggak tercatat,” ujar dia.

Menurut Maman, penanganan mafia impor menjadi kunci agar UMKM bisa naik kelas.

Ia menegaskan Kementerian UMKM memberi perhatian khusus untuk membersihkan pasar domestik dari produk ilegal asal China.

“Jadi intinya apa kalau misal nanya ke saya, apa problem utama kita dari sektor UMKM adalah Kementerian UMKM harus mampu mengamankan pasar domestik,” ucap Maman.

Tag:  #menteri #umkm #sebut #banjir #impor #china #akibat #permainan #kargo #oknum #cukai

KOMENTAR