Mandiri Sekuritas Pastikan IPO di 2026 Lebih Ramai, Free Float 15 Persen Dipenuhi
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, di sela-sela gelaran Economic and Market Outlook 2026, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
22:08
25 Februari 2026

Mandiri Sekuritas Pastikan IPO di 2026 Lebih Ramai, Free Float 15 Persen Dipenuhi

- PT Mandiri Sekuritas Indonesia memastikan pipeline initial public offering (IPO) pada 2026 akan lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah calon emiten yang dibawa dipastikan menyesuaikan porsi saham publik beredar (free float) minimal 15 persen.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menyebut ada perusahaan yang sebelumnya memiliki free float di bawah ketentuan, namun kini telah melakukan penyesuaian. Ia memastikan semakin besar porsi saham yang dilepas ke publik, semakin sehat pula proses pembentukan harga dan likuiditas setelah melantai di bursa.

“Ada (perusahaan) yang tadinya di bawah (free float 15 persen), tadi ada yang di bawah, sekarang harus menyesuaikan. Jadi kan itu sebenarnya untuk IPO itu akan lebih bagus. Semakin banyak, semakin besar,” ujar Oki saat buka puasa bersama awak media, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Penuhi Free Float 15 Persen, Analis Sarankan 267 Emiten Lakukan Hal Ini

Calon emiten yang di bawah melantai di pasar modal dipastikan merupakan perusahaan yang fundamental, tata kelola, hingga prospek bisnis yang baik. Sehingga saat sahamnya dilepas ke pasar dengan jumlah yang besar bisa menarik minat investor ritel dan asing.

“Ini story-nya bagus nih, fundamentalnya bagus, manajemen bagus, pokoknya bagus lah emiten-nya. Kalau makin besar, investor makin punya, kasarnya ada barangnya untuk mereka, ada sahamnya yang mau dibelikan. Kalau sedikit, ya gimana mau, bagus gitu loh,” paparnya.

Peningkatan ketentuan porsi kepemilikan saham publik minimal 15 persen justru akan memperkuat likuiditas pasar. Jika sebelumnya saham dengan porsi publik kecil masih bisa tergolong likuid, ke depan standar tersebut menjadi lebih ketat sehingga saham yang melantai benar-benar memiliki peredaran yang memadai di pasar.

“Bayangin aja kalau misalnya yang tadinya itu liquid itu yang kecil, itu kita sekarang harus 15 persen (free float) dan itu harus liquid gitu ya. Jadi itu full portfolio investor itu yang bener-bener akan invest di capital market kita,” kata Oki.

Dengan komposisi seperti itu, portofolio investor, terutama institusi, akan lebih optimal ditempatkan di pasar modal domestik karena saham yang tersedia cukup besar dan aktif diperdagangkan.

Menurutnya, dalam praktik pasar, semakin besar ukuran emisi dan kapitalisasi, semakin besar pula peluang masuknya investor institusi. Institusi cenderung tertarik pada saham dengan kedalaman pasar yang memadai agar dapat menyerap dana dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga secara signifikan.

“Jadi kalau mindset-nya itu semakin banyak, semakin besar, itu semakin banyak institusi yang akan masuk, kita akan liquid. Jadi kalau semakin besar, yang institusi akan jauh lebih interested untuk masuk. Jadi kebalikan kalau ditanya, oh ini issuance-nya besar sekali gitu ya,” lanjut Oki.

Baca juga: Mandiri Sekuritas Optimis: Pipeline IPO 2026 Lebih Gemuk

Mandiri Sekuritas sebelumnya mengungkap rencananya membawa empat hingga lima super lighthouse company atau perusahaan super mercusuar untuk mencatatkan saham perdana di pasar modal. Aksi korporasi berskala besar itu diproyeksikan akan digelar pada 2026.

Oki mengatakan minat perusahaan untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat dan mulai terlihat jelas untuk tahun ini.

“Ya tahun depan (2026) sih saya baru lihat IPO ya. Right issue saya belum lihat, tapi banyak yang benar-benar mau ke capital market sih banyak tahun depan. Saya sih, at least ada empat hingga lima yang kita lagi liatin, itu seharusnya akan masuk ke capital market tahun depan semua,” kata Oki saat gelaran Economic and Market Outlook 2026, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).

Baca juga: IPO Superbank Tetapkan Harga Rp 635 per Saham, Bos Mandiri Sekuritas: Oversubscribed

Senada, PT Bursa Efek Indonesia juga mencatat ada delapan perusahaan yang masuk dalam antrean IPO. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan hingga 20 Februari 2026 ada delapan perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham.

“Sampai dengan 20 Februari 2026 telah tercatat nol perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Hingga saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ungkap Nyoman kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).

Dari sisi skala aset, ada lima calon emiten yang mengantre merupakan perusahaan beraset besar atau di atas Rp 250 miliar, dan tiga beraset menengah atau antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.

Secara sektoral, ada dua perusahaan di bidang basic materials, dua di sektor financials, selebihnya berasal dari sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy, industrials, serta transportation and logistic.

Tag:  #mandiri #sekuritas #pastikan #2026 #lebih #ramai #free #float #persen #dipenuhi

KOMENTAR