AS Cabut Pasal Non-Ekonomi, Airlangga: ART Indonesia Murni untuk Perdagangan
- Pemerintah memastikan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat kini murni berfokus pada kerja sama perdagangan, setelah Amerika Serikat sepakat mencabut pasal-pasal yang tidak terkait langsung dengan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pencabutan pasal tersebut membuat kesepakatan tarif resiprokal antara kedua negara sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat perdagangan dan investasi, tanpa memasukkan agenda geopolitik atau pertahanan.
“Dan berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain, Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non-kerjasama ekonomi. Antara lain untuk terkait pengembangan reaktor nuklir, kemudian terkait dengan kebijakan Laut Cina Selatan, terkait dengan pertahanan dan keamanan perbatasan. Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Airlangga: Ekonomi Global Melambat, Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Sehingga Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani kesepakatan tarif AS sebesar 19 persen bagi sejumlah produk Indonesia ke pasar AS.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui dokumen bertajuk Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance.
Penandatanganan dilakukan setelah pertemuan bilateral kedua pemimpin yang berlangsung sekitar 30 menit di sela agenda ekonomi di Washington DC.
Sebagai bagian dari implementasi, kedua negara juga sepakat membentuk Council of Trade and Investment, yang akan menjadi forum utama penyelesaian isu perdagangan dan investasi, termasuk jika terjadi lonjakan tarif atau hambatan yang berpotensi mengganggu neraca perdagangan.
Dalam perjanjian tersebut kata Airlangga, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan fasilitas tarif nol persen di pasar Amerika Serikat.
Produk tersebut mencakup komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, hingga komponen industri bernilai tambah seperti semikonduktor dan komponen pesawat terbang.
Selain itu, sektor tekstil dan apparel juga mendapatkan tarif nol persen melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Pemerintah menilai kebijakan ini akan berdampak langsung terhadap sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil dan turunannya, serta mempengaruhi hingga 20 juta masyarakat jika memperhitungkan keluarga pekerja.
Di sisi lain, Indonesia juga memberikan tarif nol persen bagi sejumlah produk impor Amerika Serikat, terutama bahan baku pertanian seperti gandum dan kedelai.
Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan domestik, terutama untuk produk turunan seperti mi, tahu, dan tempe, agar tidak mengalami kenaikan biaya akibat tarif impor.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026).Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat perlindungan data konsumen dan memfasilitasi transfer data lintas batas secara terbatas sesuai dengan regulasi masing-masing.
Pemerintah Indonesia juga berkomitmen memberikan kemudahan perizinan impor, standardisasi produk, serta mengurangi hambatan tarif dan non-tarif untuk meningkatkan kepastian investasi, terutama di sektor teknologi informasi, kesehatan, dan farmasi.
Airlangga menegaskan, kesepakatan ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok global, meningkatkan kemakmuran ekonomi kedua negara, serta tetap menghormati kedaulatan masing-masing.
Perjanjian ini akan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum diselesaikan di kedua negara, termasuk konsultasi dengan DPR RI di Indonesia dan proses internal di Amerika Serikat.
Pemerintah menilai, dengan fokus yang sepenuhnya pada perdagangan dan tanpa klausul non-ekonomi, kesepakatan tarif resiprokal ini diharapkan menjadi fondasi baru hubungan ekonomi Indonesia-Amerika Serikat, sekaligus membuka peluang ekspansi ekspor nasional ke pasar global yang lebih luas.
Baca juga: Akhirnya Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Dagang Tarif Resiprokal 19 Persen
Tag: #cabut #pasal #ekonomi #airlangga #indonesia #murni #untuk #perdagangan