MBG Disebut Serap 987.000 Tenaga Kerja, 40.000 UMKM Ikut Bergerak
– Program Makan Bergizi Gratis disebut tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka lapangan kerja.
Badan Gizi Nasional mencatat hampir 1 juta tenaga kerja terserap melalui operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di seluruh Indonesia.
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyebut satu SPPG membutuhkan sekitar 47 relawan dapur. Jumlah SPPG yang beroperasi mencapai sekitar 21.000 unit.
Dengan angka tersebut, tenaga kerja yang terserap mencapai 987.000 orang.
“15.000 menjadi hampir 1 juta tenaga kerja terserap. 15.000 menjadi, kurang lebih, Pak, kalau satu SPPG 15 suppiler, sekarang ada 22.000,” ujar Nanik lewat keterangan pers, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Wajibkan Dapur MBG Serap Sayur Binaan Lapas, BGN: Tolak, Kami Tutup
Dampak ekonomi disebut meluas ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Hasil pendalaman tim investigasi BGN menunjukkan setiap SPPG rata-rata melibatkan sekitar 15 pemasok bahan pangan. Pemasok itu mencakup produsen tahu, tempe, telur asin, hingga petani sayuran.
Jumlah SPPG yang telah mencapai lebih dari 21.000 sampai 22.000 unit diperkirakan menggerakkan sekitar 40.000 UMKM. Untuk memenuhi permintaan, masing-masing UMKM membutuhkan tambahan tiga hingga lima tenaga kerja.
“Kita sudah bisa menghidupkan mungkin 40.000 UMKM. Yang dia tadinya tidak mempekerjakan orang, sekarang bisa mempekerjakan tiga sampai lima orang. Yang nggak langsung berapa? 4 juta, 3-4 juta bisa kita serap. Duit 15.000 yang setiap hari dibuli di medsos itu melahirkan jutaan tenaga kerja,” paparnya.
Nanik menambahkan tujuan utama MBG sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh anak Indonesia mendapat akses makan bergizi gratis.
“Presiden Prabowo tidak ingin ada satu anak Indonesia pun yang tidak bisa makan,” paparnya.
Baca juga: Kepala BGN Klaim Program MBG Mengerek Nilai Tukar Petani
Ia juga menjelaskan alasan bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua murid. Pengalaman bantuan sosial dinilai belum menjamin pemenuhan gizi anak jika uang disalurkan langsung.
“Kalau uang diberikan ke orang tua, nanti malah habis dipakai beli rokok, main judol, bayar kredit di bank keliling, sementara makanan anak-anak mereka kurang,” bebernya.
Tag: #disebut #serap #987000 #tenaga #kerja #40000 #umkm #ikut #bergerak