Harga Emas Dunia Anjlok di Bawah 5.000 Dolar AS, Perak Merosot 14 Persen
– Harga emas dunia jatuh tajam lebih dari 7 persen pada Jumat (30/1/2026) waktu setempat. Penurunan ini terjadi seiring penguatan dolar AS menjelang pengumuman Ketua Federal Reserve (The Fed) baru. Logam mulia lain seperti perak juga turun signifikan akibat aksi ambil untung dari investor.
Pada perdagangan pasar spot, harga emas tercatat turun 7,5 persen menjadi 4.992,05 dollar AS per ons pada pukul 09.47 GMT. Sementara itu, kontrak emas berjangka Februari 2026 melemah 6,4 persen ke level 4.985 dollar AS per ons.
Pekan lalu, Goldman Sachs menetapkan target harga emas di akhir tahun sebesar 5.400 dollar AS, dengan potensi kenaikan lebih lanjut didukung oleh meningkatnya minat investor swasta. Bahkan, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi di angka 5.594,82 dollar AS pada Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 31 Januari 2026: Turun Jadi Rp 3,43 Juta Per Gram
Meski mengalami koreksi tajam, harga emas masih mencatat kenaikan lebih dari 15 persen sepanjang Januari. Hal ini menjadikan Januari sebagai bulan kenaikan keenam berturut-turut, yang merupakan lonjakan bulanan terbesar sejak 1999.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (31/1/2026), analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan konsolidasi harga emas setelah reli yang kuat merupakan hal yang sehat. “Penunjukan Ketua The Fed baru memberikan tekanan langsung pada harga emas,” ujarnya.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengumumkan calon Ketua The Fed pada Jumat. Mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menjadi kandidat utama yang dikenal mendukung pengurangan neraca bank sentral.
Penguatan dolar AS membuat emas yang dihargai dalam dollar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 31 Januari 2026: Galeri 24 dan UBS Turun
Di pasar India dan China, premi emas fisik melonjak karena meningkatnya permintaan untuk investasi dan perhiasan, terutama menjelang potensi kenaikan bea masuk.
Analis independen Ross Norman memprediksi harga emas akan turun lebih lanjut, namun kemudian pulih dengan rata-rata 5.375 dollar AS sepanjang 2026. Ia juga memperkirakan harga emas berpotensi mencapai puncak 6.400 dollar AS pada kuartal keempat tahun ini.
Perak Ambles Setelah Cetak Rekor Tertinggi
Harga perak spot turun tajam 14,1 persen ke 99,77 dollar AS setelah mencetak rekor tertinggi 121,64 dollar AS pada Kamis (29/1/2026).
Logam mulia ini mencatatkan kenaikan sebesar 42 persen sepanjang Januari, menjadi kinerja bulanan terbaik dalam sejarah.
Namun, Ross Norman menyebut koreksi ini sebagai penyesuaian pasar atas spekulasi berlebihan, meski fundamental perak tetap kuat.
Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Koreksi Jelang Pengumuman Calon Ketua Fed
Mike McGlone, Senior Commodity Strategist Bloomberg, menilai koreksi tersebut wajar mengingat kenaikan harga emas dan perak yang cepat. “Semakin tinggi logam mulia naik, semakin besar kemungkinan 2026 menandai puncak harga yang bertahan, terutama untuk perak,” kata McGlone.
Sementara itu, Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, memperingatkan bahwa lonjakan harga emas dan perak sudah memasuki fase berbahaya. “Volatilitas yang tinggi menyebabkan likuiditas pasar menipis,” ujarnya.
Tag: #harga #emas #dunia #anjlok #bawah #5000 #dolar #perak #merosot #persen