Berlakukan Trading Halt Usai IHSG Anjlok 8 Persen, BEI: Perdagangan Dibuka Kembali Pukul 09.56 WIB
- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) pada Kamis (29/1/2026) pagi, menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mencapai 8 persen.
BEI memastikan perdagangan akan dilanjutkan kembali pada pukul 09.56.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) tanpa perubahan jadwal perdagangan.
“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” tulis BEI dalam keterangan pers.
Baca juga: Trading Halt Lagi, IHSG Anjlok 665 Poin ke Level 7.654
BEI menjelaskan, penghentian sementara perdagangan ini dilakukan untuk menjaga agar perdagangan saham di bursa tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Bursa Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, serta ketentuan teknis yang diatur lebih lanjut dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Untuk diketahui IHSG anjlok tajam hingga menyentuh ambang batas penurunan harian.
Tekanan jual yang masif tak berselang lama sejak pembukaan perdagangan membuat IHSG merosot 665,89 poin atau setara 8,00 persen ke level 7.654,66.
Adapun, IHSG dibuka di posisi 8.027,83, namun aksi jual langsung mendominasi pasar dan menyeret indeks turun cepat menembus level psikologis 8.000.
Dalam waktu singkat, pelemahan semakin dalam hingga menyentuh level terendah harian di 7.654,66.
Sementara posisi tertinggi hanya tercatat di 8.049,10 sebelum tekanan kembali menguat.
Kondisi tersebut memicu otoritas bursa menerapkan mekanisme trading halt sesuai ketentuan untuk meredam volatilitas ekstrem.
Tekanan di pasar berlangsung sangat luas.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 658 saham tertekan di zona merah, hanya 33 saham yang menguat, dan 20 saham bergerak stagnan.
Di tengah penurunan tajam indeks, aktivitas perdagangan justru melonjak.
Volume transaksi tercatat mencapai 13,08 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,99 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 863.333 kali.
Namun derasnya tekanan jual membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tergerus signifikan menjadi Rp 13.846,41 triliun.
Tag: #berlakukan #trading #halt #usai #ihsg #anjlok #persen #perdagangan #dibuka #kembali #pukul #0956