Trading Halt Lagi, IHSG Anjlok 665 Poin ke Level 7.654
- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara atau trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga menyentuh ambang batas penurunan harian.
Tekanan jual yang masif tak berselang lama sejak pembukaan perdagangan membuat IHSG merosot 665,89 poin atau setara 8,00 persen ke level 7.654,66.
Adapun, IHSG dibuka di posisi 8.027,83, namun aksi jual langsung mendominasi pasar dan menyeret indeks turun cepat menembus level psikologis 8.000.
Dalam waktu singkat, pelemahan semakin dalam hingga menyentuh level terendah harian di 7.654,66.
Baca juga: Anjlok Lagi, IHSG Pagi Turun ke Level 7.800-an
Sementara posisi tertinggi hanya tercatat di 8.049,10 sebelum tekanan kembali menguat.
Kondisi tersebut memicu otoritas bursa menerapkan mekanisme trading halt sesuai ketentuan untuk meredam volatilitas ekstrem.
Tekanan di pasar berlangsung sangat luas.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 658 saham tertekan di zona merah, hanya 33 saham yang menguat, dan 20 saham bergerak stagnan.
Di tengah penurunan tajam indeks, aktivitas perdagangan justru melonjak.
Volume transaksi tercatat mencapai 13,08 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,99 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 863.333 kali.
Namun derasnya tekanan jual membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tergerus signifikan menjadi Rp 13.846,41 triliun.
Berdasarkan aturan bursa, penerapan trading halt dilakukan sebagai langkah stabilisasi untuk memberikan waktu bagi pelaku pasar mencerna informasi dan menahan kepanikan.