IHSG Jeblok sampai Trading Halt, Analis Sebut Reaksi Pasar Berlebihan
Grafik pergerakan IHSG setelah pemberlakuan trading halt oleh BEI, Rabu (28/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI BEI/RTI)
15:04
28 Januari 2026

IHSG Jeblok sampai Trading Halt, Analis Sebut Reaksi Pasar Berlebihan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen dan memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada sesi siang, Rabu (28/1/2026).

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada menilai pelemahan tajam IHSG tidak dipicu faktor global maupun domestik. Sentimen internal dinilai tidak memberi tekanan berarti ke pasar.

Pemilihan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia juga dinilai bukan pemicu. Keputusan tersebut sudah diterima pasar dan tidak menimbulkan gejolak sebelumnya.

“Tidak ada alasan penurunan IHSG ini jika dikaitkan dengan pergerakan nilai tukar, kondisi makroekonomi Indonesia yang berupaya untuk pulih, masih ada berita-berita positif dari para emiten,” ujar Reza kepada Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Trading Halt BEI Dibuka Pukul 14.13 WIB, IHSG Kian Tertekan

Reza menilai tekanan utama datang dari sentimen pasar terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International atau MSCI. Lembaga tersebut menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia.

Keputusan itu memicu asumsi penurunan minat investor asing terhadap pasar saham domestik. Persepsi tersebut berkembang menjadi kekhawatiran arus keluar modal asing.

“Hasil tersebut memberikan asumsi maupun persepsi seolah-olah adanya ketidakpercayaan pihak asing untuk berinvestasi di Indonesia,” ucapnya.

Reza menjelaskan pasar modal Indonesia masih sangat bergantung pada pergerakan investor asing. Sentimen negatif terkait asing sering memicu reaksi berlebihan.

Peran investor domestik kerap terabaikan dalam situasi seperti ini. Kepercayaan diri investor dalam negeri juga dinilai masih rendah.

“Jadi alih-alih khawatir market drop maka mereka mengambil posisi jual yang tentunya mengakibatkan market turun signifikan,” kata Reza.

Reza menilai kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan investor asing. Strategi rebalancing portofolio atau akumulasi saham di level rendah menjadi peluang.

“Akhirnya, investor dalam negeri yang tertinggal,” ujarnya.

Baca juga: Trading Halt Warnai IHSG Anjlok 8 Persen, Pasar Ditekan Isu MSCI

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dihentikan sementara pada sesi kedua. Langkah ini diambil setelah IHSG jatuh hingga 8 persen.

Data BEI menunjukkan IHSG turun 718,44 poin atau 8,00 persen ke level 8.261,78 pada pukul 13.43 WIB. Indeks dibuka di level 8.393,51.

Perdagangan kembali dibuka pada pukul 14.13 WIB. Tekanan jual belum mereda.

Sesaat setelah perdagangan dilanjutkan, IHSG turun 742,58 poin atau 8,27 persen ke level 8.237,64. Posisi tersebut menjadi level terendah sepanjang hari.

Tag:  #ihsg #jeblok #sampai #trading #halt #analis #sebut #reaksi #pasar #berlebihan

KOMENTAR