The Fed Bersiap Tahan Suku Bunga, Pasar Cermati Manuver Politik
Gubernur dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.(WIKIMEDIA COMMONS/FEDERAL RESERVE)
12:40
28 Januari 2026

The Fed Bersiap Tahan Suku Bunga, Pasar Cermati Manuver Politik

Pertemuan Federal Reserve pekan ini diprediksi berlangsung tanpa kejutan.

Pasar hampir sepenuhnya menutup peluang perubahan suku bunga acuan ketika rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee berakhir pada Rabu waktu setempat.

Fokus pelaku pasar bergeser dari keputusan suku bunga ke dinamika politik yang membayangi bank sentral Amerika Serikat itu.

Sinyal dari pasar dan pernyataan pejabat The Fed mengarah ke satu arah. Suku bunga diperkirakan tetap bertahan.

Perbedaan pandangan di internal FOMC memang mulai mengemuka terkait langkah kebijakan berikutnya.

Namun, untuk jangka pendek, bank sentral memilih menunggu dampak pemangkasan suku bunga yang dilakukan tahun lalu terhadap perekonomian.

“Secara keseluruhan, Fed hanya ingin mempertahankan posisi saat ini. Mereka merasa punya waktu untuk menunggu dan melihat,” kata mantan Wakil Ketua The Fed Roger Ferguson dalam wawancara dengan CNBC, Senin (26/1/2026).

“Ini terasa seperti pertemuan menunggu dan melihat, dan kita semua harus mendengarkan untuk melihat apakah ada petunjuk atau kecenderungan terhadap tindakan di masa depan,” sambungnya.

Baca juga: The Fed Rem Suku Bunga, Prediksi BI: Turun Sekali di Semester I 2026

Isyarat kebijakan berikutnya akan tercermin dari pernyataan resmi pascarapat dan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell.

Saat ini, pasar masih memperkirakan peluang satu hingga dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Bulan Juni dan Desember menjadi waktu yang paling banyak diperhitungkan, berdasarkan kontrak berjangka yang dipantau melalui FedWatch Tool milik CME Group.

Di luar isu suku bunga, pertemuan FOMC kali ini berlangsung di tengah situasi politik yang tidak biasa. Kondisi tersebut memunculkan kembali pertanyaan soal independensi bank sentral.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu mengatakan kepada CNBC bahwa ia telah mempersempit pilihan calon pengganti Jerome Powell menjadi satu nama.

Pengumuman resmi bahkan disebut bisa dilakukan dalam waktu dekat dan bertepatan dengan keputusan suku bunga The Fed.

“Jika ada satu jendela waktu yang paling mungkin, itu adalah selama pertemuan FOMC Januari, terutama jika Trump ingin mengalihkan perhatian dari The Fed yang tidak memangkas suku bunga,” tulis Kepala Ekonom Wolfe Research Stephanie Roth dalam catatannya.

Menurut dia, keputusan tersebut berpeluang muncul pekan ini atau dalam beberapa minggu ke depan.

Baca juga: Bitcoin Diprediksi Tembus 125.000 Dollar AS Dipicu Trump Tekan The Fed

Tekanan politik juga muncul dari jalur hukum. Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengirimkan surat panggilan kepada Powell terkait proyek renovasi besar kantor pusat The Fed di Washington, DC.

Dalam pernyataan video yang jarang dilakukan, Powell menyebut penyelidikan tersebut sebagai “dalih” atas upaya Trump menekan The Fed agar memangkas suku bunga lebih agresif.

Ketidakpastian bertambah setelah upaya Trump menggulingkan Gubernur The Fed Lisa Cook dengan tuduhan penipuan hipotek, yang kini berada di Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Pada saat bersamaan, masa jabatan Stephen Miran, pejabat The Fed yang juga ditunjuk Trump, berakhir pada Sabtu.

Gubernur The Fed tetap dapat menjabat hingga pengganti resmi ditunjuk, sehingga posisi Miran masih belum sepenuhnya jelas.

Miran dikenal sebagai penentang tiga kali pemangkasan suku bunga seperempat poin persentase tahun lalu. Ia lebih mendorong langkah pelonggaran yang lebih besar.

Dengan latar belakang tersebut, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada arah suku bunga, tetapi juga rangkaian peristiwa politik yang berpotensi memengaruhi stabilitas kebijakan moneter.

“Meskipun The Fed mendapat tekanan politik untuk memotong suku bunga, mereka tidak ditekan oleh data ekonomi,” tulis Kepala Ekonom EY-Parthenon Gregory Daco.

Menurut dia, Powell kemungkinan menghindari komentar langsung terkait penyelidikan Departemen Kehakiman dan perkara Mahkamah Agung yang melibatkan Gubernur Cook.

Meski demikian, pertanyaan dari media hampir tak terelakkan.

“Powell akan ditanya tentang peringatan videonya bahwa panggilan pengadilan Departemen Kehakiman Trump dan tindakan lainnya bertujuan untuk menundukkan kebijakan moneter pada ‘preferensi presiden,’” kata Krishna Guha, Kepala Kebijakan Global dan Strategi Bank Sentral Evercore ISI.

“Kami menilai dia akan tetap pada pernyataannya dan menegaskan keyakinannya pada Mahkamah Agung sebagai penentu akhir independensi The Fed,” sambungnya.

Jika tidak ada perkembangan politik baru, perhatian pasar diperkirakan kembali ke nuansa kebijakan.

Pelaku pasar akan menilai apakah keputusan menahan suku bunga kali ini bernada hawkish, yang mengisyaratkan jeda panjang, atau dovish, dengan peluang penurunan suku bunga tetap terbuka.

Kepala Ekonom Morgan Stanley Michael Gapen memperkirakan kecenderungan The Fed masih dovish.

“Stabilisasi pasar tenaga kerja dan data aktivitas ekonomi yang solid menjadi alasan utama jeda pemangkasan suku bunga,” tulisnya.

Ia menambahkan, data inflasi yang masuk memperkuat keyakinan terhadap proses disinflasi menjelang akhir tahun.

Gapen juga memperkirakan perubahan redaksi dalam pernyataan pascarapat. Penyesuaian tersebut diprediksi mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik serta penghapusan bahasa terkait meningkatnya risiko penurunan lapangan kerja.

Tag:  #bersiap #tahan #suku #bunga #pasar #cermati #manuver #politik

KOMENTAR