Kinerja BCA 2025 Positif, Simak Rekomendasi Saham BBCA dari Analis
Ilustrasi saham. (UNSPLASH/TOTOS ADAM)
10:32
28 Januari 2026

Kinerja BCA 2025 Positif, Simak Rekomendasi Saham BBCA dari Analis

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan kinerja positif sepanjang 2025, Emiten berkode BBCA ini meraup laba laba bersih sebesar Rp 57,5 triliun.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, laba bersih perseroan tumbuh 4,9 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 54,8 triliun.

"Rasio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9 persen (yoy) menjadi Rp 57,5 triliun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).

Secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4 persen (yoy) menjadi Rp 111,1 triliun yang terdiri dari pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp 65,4 triliun atau naik 4,1 persen (yoy) dan pendapatan selain bunga (non-interest income) sebesar Rp 25,6 triliun atau naik 16 persen (yoy).

Baca juga: Saham BBCA Turun, Ini Kata Presiden Direktur BCA

Pada 2026, prospek industri perbankan Indonesia diperkirakan mulai memasuki fase pemulihan yang lebih moderat seiring normalisasi likuiditas dan penyesuaian suku bunga. Namun, pemulihan tersebut dinilai masih diwarnai tantangan struktural, terutama dari sisi kualitas aset.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis menilai BCA mempunyai ketahanan tangguh. Ketahanan itu tercermin dari rasio loan at risk (LAR) BCA pada 2025 yang membaik menjadi 4,8 persen dari 5,3 persen pada tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, rasio non-performing loan (NPL) BCA tetap terkendali di level 1,7 persen, dengan pencadangan NPL dan LAR yang memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam riset sektor perbankan yang dirilis pada pertengahan Januari 2026 menilai kualitas aset masih menjadi faktor pembeda utama antarbank. BRIDS mencatat, NPL sektor perbankan belum sepenuhnya keluar dari fase kenaikan, khususnya pada segmen kredit konsumer dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami menilai NPL masih berpotensi berada dalam fase upcycle pada 2026, dengan risiko delinkuensi yang lebih tinggi berasal dari kredit konsumer dan UMKM,” kata analis BRIDS Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam keterangan Rabu (28/1/2026).

Dalam konteks tersebut, BRIDS menilai saham BCA berada pada posisi yang relatif lebih defensif dibandingkan bank lainnya.

“Kami memilih BBCA sebagai top pick karena didukung oleh profil pendapatan yang lebih aman dan kualitas aset yang lebih solid dibandingkan dengan peers,” ujar mereka.

BRIDS memproyeksikan BBCA akan membukukan laba sebesar Rp 57,63 triliun pada 2026. “BRIDS merekomendasikan saham BBCA dengan status buy dan target harga Rp 10.800 per saham,” kata Stefano dan Naura.

Pandangan serupa disampaikan CGS International. Dalam laporan sektor perbankan yang dirilis pada Desember 2025, CGS menilai industri perbankan masih menghadapi kondisi operasional yang menantang, namun bank dengan disiplin manajemen risiko yang kuat berpeluang lebih resilien.

“Kami mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor ini karena kami melihat prospek laba bersih yang lebih baik di 2026F, didorong oleh volume kredit yang meningkat dan tren pembalikan pada biaya pendanaan,” ujar analis CGS Handy Noverdanius, Owen Tjandra, dan Elizabeth Noviana.

CGS juga menempatkan BBCA sebagai salah satu top pick dengan fokus pada segmen wholesale yang dinilai diuntungkan oleh perbaikan sentimen bisnis.

“Menurut pandangan kami, berpotensi paling diuntungkan dari foreign fund inflow,” tulis CGS dalam risetnya.

Selain itu, CGS menilai stabilitas kualitas kredit menjadi salah satu keunggulan utama BBCA dibandingkan bank lain. CGS memberikan target harga BBCA sebesar Rp 10.700 dalam 12 bulan ke depan.

“Rekomendasi Add (buy) kami untuk BBCA didasarkan pada kinerja operasionalnya yang solid di tengah kondisi operasional di lapangan yang masih cukup menantang. Kami meyakini BBCA akan terus memenuhi ekspektasi investor pada 2H25F,” tulis riset tersebut.

Baca juga: BCA Bukukan Laba Bersih Rp 57,5 Triliun Sepanjang 2025

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #kinerja #2025 #positif #simak #rekomendasi #saham #bbca #dari #analis

KOMENTAR