Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Pasar Cermati Thomas Djiwandono dan FOMC
Nilai tukar rupiah menguat tipis pada penutupan perdagangan Selasa (27/1/2026). Mata uang garuda berakhir dengan kenaikan Rp 16.768 per dollar AS.
Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah menguat 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di posisi Rp 16.782.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi kembali menguat, ketika dollar AS masih berada dalam tekanan, meskipun ruang penguatannya mata uang garuda diperkirakan terbatas.
Menurutnya, pelaku pasar saat ini tengah menimbang dampak penunjukan Thomas Djiwandono yang telah resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), dengan fokus pada implikasinya terhadap arah kebijakan moneter dan persepsi independensi bank sentral.
Baca juga: Rupiah Menguat, Purbaya: Bukan karena Pak Thomas Saja, Langkah Bank Sentral Sudah Lebih Baik...
“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dollar AS yang masih tertekan, namun penguatan mungkin terbatas, investor menimbang Thomas Djiwandono yang sudah diresmikan menjadi Deputi Gubernur BI,” ujar Lukman saat dihubungi Kompas.com.
Di sisi lain, investor juga bersikap wait and see menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan diumumkan Rabu (28/1/2026) esok hari, mengingat keputusan dan pernyataan bank sentral AS tersebut berpotensi mempengaruhi pergerakan dollar secara global.
Untuk diketahui FOMC merupakan komite di bawah Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS. “Selain itu investor juga wait and see hasil FOMC besok,” paparnya.
IHSG Menguat
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup ke zona hijau.
IHSG berakhir di level 8.980,23, naik 4,89 poin atau 0,05 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG dibuka di area 8.974,56, lalu sempat tertekan menyentuh angka terendah di 8.873,48.
Kemudian perlahan berbalik arah seiring masuknya aksi beli dan mendorong IHSG naik hingga mencetak level tertinggi harian di 8.980,23.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 58,62 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 27,41 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat cukup tinggi, mencapai 3,32 juta kali transaksi. Sebanyak 410 saham melemah, 279 saham menguat, dan 117 saham stagnan.
Adapun kapitalisasi pasar BEI menyentuh Rp 16.380,34 triliun.
Baca juga: Beda Klaim BI dan DPR soal Thomas Djiwandono Effect Ke Rupiah
Tag: #rupiah #ditutup #menguat #tipis #pasar #cermati #thomas #djiwandono #fomc