Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, InJourney Siapkan 37 Bandara
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mempersiapkan 37 bandara kelolaananya menghadapi arus mudik Lebaran 2026.(Dok. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney )
18:32
27 Januari 2026

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, InJourney Siapkan 37 Bandara

- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) memastikan kesiapan 37 bandara yang dikelolanya untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Direktur Utama InJourney, Muhammad Rizal Pahlevi, mengatakan, berbagai langkah antisipatif dilakukan guna menjamin keamanan, kenyamanan, serta pengalaman terbaik bagi pengguna jasa bandara.

“Evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai dasar perbaikan berkelanjutan,” kata Rizal di Menara Kompas, Selasa (27/1/2026).

“Kami secara rutin mengevaluasi seluruh kegiatan angkutan Lebaran dari tahun ke tahun. Setiap masukan yang sifatnya membangun dan memberikan informasi baru menjadi perhatian kami agar ekspektasi pengguna jasa bandara bisa terpenuhi,” lanjut Rizal.

Baca juga: Persiapan Mudik Lebaran 2026, InJourney Kembali Beri Diskon Airport Tax 50 Persen

Untuk mendukung kesiapan operasional, InJourney Airports mengandalkan sistem Management Operation by Traffic (MOT) yang memungkinkan prediksi kebutuhan peralatan, sarana, dan prasarana secara per jam.

“Melalui MOT, petugas dapat memprediksi kebutuhan operasional setiap jamnya. Ini kami lakukan secara preventif agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa bandara,” jelasnya.

Rizal mengungkapkan, terdapat lima bandara tersibuk yang menjadi fokus utama selama periode angkutan Lebaran, yakni Jakarta (Soekarno-Hatta), Bali, Makassar (Ujung Pandang), Surabaya, dan Medan.

Di Bandara Soekarno-Hatta, khususnya Terminal 3 serta Terminal 1, InJourney Airports tengah melakukan proses beautifikasi dan revitalisasi.

Salah satunya melalui pengoperasian kembali Terminal 1C dengan konsep nuansa Nusantara dan Tropical Garden.

“Terminal 1C hari ini memberikan sentuhan tersendiri dengan nuansa Nusantara. Konsep Tropical Garden sebenarnya sudah kami miliki sejak Terminal 1 dan 2 beroperasi pada 1985, dan kini kami kembalikan sebagai identitas bandara,” kata Rizal.

Menurutnya, konsep tersebut bahkan kini mulai diadopsi oleh sejumlah bandara internasional lain yang tengah menyiapkan ekosistem serupa.

Tak hanya berfokus pada aspek keamanan penerbangan, InJourney Airports juga menekankan peningkatan customer experience melalui renovasi, rezoning area, serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung.

“Kami tidak hanya memastikan keamanan dan zero tolerance di dunia aviasi, tetapi juga ingin menghadirkan rasa bangga, rasa nyaman, dan pengalaman baru bagi pengguna bandara,” ujarnya.

Beragam fasilitas disiapkan, mulai dari ruang keluarga, area anak, ruang ibu dan bayi, hingga layanan khusus bagi penumpang dengan kebutuhan tertentu.

InJourney juga menyediakan layanan transportasi gratis bagi penumpang dengan jarak tempuh jauh antara area check-in dan boarding gate.

Dalam mendukung kelancaran angkutan Lebaran, InJourney Airports menyiagakan hampir 16.000 pegawai, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai, CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), aparat keamanan, hingga posko terpadu.

“Bandara-bandara InJourney Airport hari ini telah berbenah diri, membuat renovasi semua area-area yang memanjakan pengunjung bandara. Tentu tidak hanya sekadar calon penumpang, tapi juga pengantar,” tegas dia.

Baca juga: InJourney Bakal Benahi 5 Bandara Tahun Ini, Mana Saja?

Tag:  #hadapi #arus #mudik #lebaran #2026 #injourney #siapkan #bandara

KOMENTAR