Ketidakpastian Global Dongkrak Harga Emas Dunia Hari Ini
Ilustrasi emas. (DOK. Pixabay/Global_Intergold.)
17:04
27 Januari 2026

Ketidakpastian Global Dongkrak Harga Emas Dunia Hari Ini

Harga emas dunia hari ini, Selasa (27/1/2026), kembali mencetak rekor, seiring meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS), dinamika politik domestik AS, serta pelemahan nilai tukar dolar.

Harga emas spot naik ke level sekitar 5.060,36 dollar AS per ounce. Sehari sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa di 5.110,50 dollar AS per ounce.

Kenaikan tajam ini memperpanjang reli emas yang telah berlangsung sejak awal tahun, dengan volatilitas yang semakin tinggi.

Baca juga: Harga Emas Meroket, Tapi Amankah untuk Keuntungan Jangka Pendek?

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Kontrak berjangka emas AS (US gold futures) untuk pengiriman Februari 2026 tercatat sedikit terkoreksi setelah menyentuh puncak, namun masih bertahan di level yang secara historis tergolong sangat tinggi.

Pergerakan tersebut mencerminkan sentimen pasar yang masih kuat terhadap emas, meski sebagian investor mulai melakukan aksi ambil untung jangka pendek.

Di dalam negeri, harga emas Antam hari ini turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 2.916.000.

Pada pembukaan pagi hari pukul 06.00 WIB, emas Antam masih berada di level Rp 2.917.000 per gram. Harga logam mulia hari ini turun menjadi Rp 2.916.000 per gramnya.

Baca juga: Harga Emas Dunia Hari Ini: Terpengaruh Ancaman Tarif dan Dollar AS

Safe haven di tengah ancaman tarif dan ketegangan geopolitik

Salah satu pemicu utama lonjakan harga emas adalah meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan global, khususnya yang berasal dari AS.

Ancaman pengenaan tarif impor terhadap sejumlah mitra dagang utama kembali mencuat dan memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan perdagangan global.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026.AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026.

Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, mengatakan bahwa pendekatan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dinilai agresif dan sulit diprediksi mendorong investor kembali memburu logam mulia sebagai aset perlindungan nilai.

“Pendekatan kebijakan Trump yang disruptif tahun ini menguntungkan logam mulia sebagai aset defensif. Ancaman kenaikan tarif terhadap Kanada dan Korea Selatan cukup untuk menjadikan emas sebagai pilihan aset aman,” ujar Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, dikutip Reuters.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 27 Januari 2026: Turun Jadi Rp 2.916.000 per Gram, Cek Daftar Terbarunya

Menurut Waterer, ancaman tarif tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam bentuk kebijakan resmi, namun ketidakpastian yang menyertainya sudah cukup untuk meningkatkan persepsi risiko di pasar keuangan global.

Dalam kondisi seperti ini, emas kembali menegaskan posisinya sebagai instrumen lindung nilai terhadap gejolak ekonomi dan geopolitik.

Dollar AS melemah, emas semakin atraktif

Selain faktor geopolitik, pergerakan nilai tukar dolar AS turut memberikan dorongan signifikan bagi harga emas.

Dollar AS tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi investor non-AS.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Januari 2025: Kompak Menguat, UBS Tembus Rp 3 Juta

Tekanan terhadap dolar diperkuat oleh spekulasi adanya intervensi di pasar valuta asing, khususnya terkait pergerakan yen Jepang.

Pasar mencermati komunikasi dan langkah koordinasi antara otoritas Jepang dan AS untuk meredam volatilitas nilai tukar, yang pada akhirnya turut membebani dolar.

Dalam laporan pasar global, analis menyebutkan bahwa pelemahan dolar menjadi katalis teknis penting bagi reli emas, karena memperbesar daya tarik logam mulia tersebut di mata investor internasional.

Dinamika The Fed dan risiko politik domestik AS

Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). WIKIMEDIA COMMONS/BRITT LECKMAN/FEDERAL RESERVE Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).

Pelaku pasar juga tengah mencermati dinamika kebijakan moneter AS menjelang pertemuan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed). Konsensus pasar mengarah pada keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan, namun perhatian investor tidak hanya tertuju pada kebijakan suku bunga semata.

Baca juga: Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Picu Kekhawatiran Krisis Global

Situasi politik domestik AS turut menjadi sorotan, termasukmengenai tekanan politik terhadap pimpinan bank sentral AS. Isu-isu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi independensi kebijakan moneter dan menambah lapisan ketidakpastian di pasar keuangan.

Kondisi ini, menurut analis, semakin memperkuat alasan investor untuk menambah eksposur pada aset safe haven seperti emas, di tengah kekhawatiran akan stabilitas kebijakan ekonomi AS ke depan.

Proyeksi harga emas dunia: target 6.000 dollar AS per ounce

Seiring reli yang semakin kuat, sejumlah lembaga keuangan dan analis global mulai merevisi proyeksi harga emas mereka.

Societe Generale termasuk salah satu institusi yang menyampaikan pandangan optimistis terhadap prospek logam mulia tersebut.

Baca juga: Emas Dunia Tembus 5.000 Dollar AS, Investor Berburu Aset Aman

"Kini kami memperkirakan harga emas akan mencapai 6.000 dollar per ons pada akhir tahun, dengan catatan bahwa ini mungkin perkiraan konservatif dan harganya bisa saja lebih tinggi lagi,” kata analis Societe Generale dalam catatan pasar yang dikutip Reuters.

Pandangan tersebut sejalan dengan prediksi Bank of America. Bank asal AS itu sebelumnya juga menaikkan proyeksi harga emas secara signifikan, dengan mempertimbangkan kombinasi risiko geopolitik, ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter, serta permintaan lindung nilai yang terus meningkat.

Bank of America mempediksi harga emas dunia dapat menyentuh level 6.000 dollar AS pada tahun ini.

Aliran dana dan faktor teknis pasar

Di luar faktor fundamental, reli emas juga diperkuat oleh aliran dana (flows) dari investor institusi. Laporan pasar menunjukkan adanya peningkatan arus masuk ke produk berbasis emas, termasuk exchange-traded funds (ETF), serta penambahan posisi oleh hedge fund.

Ilustrasi emas, emas batangan.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi emas, emas batangan.

Baca juga: Apa Itu Emas Digital dan Potensinya di Indonesia?

Kondisi ini menciptakan momentum teknis yang mempercepat kenaikan harga.

Di sisi lain, kenaikan harga emas juga berdampak pada sektor pertambangan, dengan prospek margin yang membaik dan arus kas yang lebih kuat bagi perusahaan tambang emas.

Dampak ke pasar logam mulia lain

Lonjakan harga emas turut merembet ke pasar logam mulia lainnya. Harga perak dilaporkan ikut menguat tajam dan mendekati, bahkan menembus, rekor tertinggi sepanjang masa dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Pergerakan perak yang cenderung lebih volatil dibanding emas menarik minat investor spekulatif sekaligus pelaku industri, mengingat peran perak sebagai logam industri dan instrumen investasi.

Baca juga: Harga Emas Menguat dan Dollar AS Lesu, Investor Perlu Cermati Apa?

Di pasar saham, saham-saham perusahaan tambang logam mulia ikut menguat seiring lonjakan harga bullion.

Beberapa mata uang negara produsen logam mulia juga tercatat mendapatkan sentimen positif, sejalan dengan prospek ekspor yang membaik akibat kenaikan harga komoditas.

Fokus pasar selanjutnya

Pasar global kini menanti perkembangan lanjutan dari sejumlah faktor kunci yang telah mendorong reli emas.

Di antaranya adalah kejelasan arah kebijakan perdagangan AS, hasil pertemuan dan komunikasi Federal Reserve, perkembangan intervensi di pasar valuta asing, serta keberlanjutan aliran dana investor ke aset safe haven.

Baca juga: BlackRock Soroti Potensi Bitcoin saat Harga Emas Terus Menguat

Selama ketidakpastian global masih mendominasi sentimen pasar, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan oleh pelaku pasar internasional.

Tag:  #ketidakpastian #global #dongkrak #harga #emas #dunia #hari

KOMENTAR