Citigroup Dikabarkan Bakal Kembali PHK Karyawan pada Maret
- Citigroup dikabarkan akan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Maret 2026. Hal ini melanjutkan gelombang pemangkasan sekitar 1.000 karyawan yang telah dilakukan bulan ini.
Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (24/1/2026), berdasarkan dua sumber yang mengetahui rencana tersebut, gelombang PHK terbaru itu diperkirakan akan diumumkan setelah pembayaran bonus selesai dilakukan.
Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran yang dijalankan CEO Citigroup Jane Fraser.
Program tersebut bertujuan menekan biaya operasional, menyelesaikan persoalan regulasi, serta meningkatkan profitabilitas agar Citigroup mampu mengejar kinerja para pesaingnya di industri perbankan global.
Salah satu sumber menyebutkan, PHK pada Maret mendatang berpotensi menyasar direktur pelaksana (managing directors) dan karyawan senior di berbagai lini bisnis. Bahkan, sejumlah manajer senior dilaporkan telah dipindahkan ke divisi lain sebagai upaya mengamankan posisi sebelum pengurangan pegawai dilakukan.
Pemangkasan yang berlangsung bulan ini juga berdampak pada banyak karyawan senior, ujar sumber lainnya.
Dalam pernyataan resmi, Citigroup menegaskan bahwa pengurangan jumlah karyawan akan terus berlanjut sepanjang 2026.
“Perubahan ini mencerminkan penyesuaian yang kami lakukan untuk memastikan jumlah tenaga kerja, lokasi, dan keahlian sejalan dengan kebutuhan bisnis saat ini; efisiensi yang kami peroleh melalui teknologi; serta kemajuan program Transformasi kami yang kini mendekati kondisi target,” tulis manajemen Citigroup.
Chief Financial Officer Citigroup Mark Mason sebelumnya mengungkapkan bahwa jumlah karyawan Citi telah berkurang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebutkan, total pegawai Citigroup menyusut dari sekitar 240.000 orang pada 2022 menjadi 226.000 orang hingga akhir 2025.
“Kami telah mengurangi jumlah karyawan dan memperkirakan tren tersebut akan terus berlanjut seiring kami mengevaluasi kembali arah basis biaya kami,” kata Mason kepada para analis dalam paparan kinerja.
Mason juga menyoroti beban biaya pesangon sebesar 800 juta dollar AS yang dicatat Citigroup sepanjang tahun lalu sebagai bagian dari proses efisiensi.
Strategi Transformasi
Gelombang PHK terbaru ini, termasuk reorganisasi yang diumumkan pada November 2025, merupakan kelanjutan dari strategi transformasi CEO Jane Fraser.
Fraser, yang menjabat sebagai CEO sejak 2021, menerima penghargaan saham satu kali senilai 25 juta dollar AS atas kemajuan transformasi perusahaan. Ia juga ditunjuk sebagai ketua dewan komisaris Citigroup pada Oktober lalu.
Pada 2023 dan 2024, Citigroup secara terbuka mengumumkan pemangkasan besar-besaran melalui pengurangan lapisan manajemen dan penjualan sejumlah aset non-inti. Namun, menurut salah satu sumber, pemangkasan terbaru dilakukan dengan pendekatan yang lebih tertutup.
Langkah efisiensi ini bertepatan dengan membaiknya hubungan Citigroup dengan regulator. Federal Reserve AS telah menutup sejumlah pemberitahuan yang mewajibkan Citi memperbaiki kelemahan manajemen risiko perdagangan.
Dari sisi pasar, saham Citigroup melonjak 65,8 persen sepanjang 2025, jauh melampaui kinerja para pesaing dan indeks saham perbankan AS. Pada tahun lalu, Citi juga melakukan pembelian kembali saham senilai 13,25 miliar dollar AS.
Namun, hingga awal 2026, saham Citigroup tercatat melemah sekitar 0,8 persen secara year to date.
Tag: #citigroup #dikabarkan #bakal #kembali #karyawan #pada #maret