Rupiah Menguat Lagi, Ditutup Naik 0,45 Persen ke Level Rp 16.820 per Dollar AS
Nilai tukar rupiah di pasar spot melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan Jumat (23/1/2025).
Rupiah ditutup di level Rp 16.820 per dollar Amerika Serikat, menguat 0,45 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp 16.896 per dollar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang Asia. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar, naik 0,94 persen.
Dollar Taiwan menguat 0,15 persen, disusul dollar Singapura 0,14 persen, peso Filipina 0,10 persen, yen Jepang 0,09 persen, dan yuan China naik tipis 0,05 persen terhadap dollar AS.
Tekanan terjadi pada baht Thailand dan won Korea Selatan yang masing-masing melemah 0,16 persen. Rupee India turun 0,05 persen, sedangkan dollar Hong Kong terkoreksi tipis 0,02 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah terjadi seiring membaiknya sentimen global. Perkembangan positif terkait isu Greenland dinilai meredakan ketegangan geopolitik.
Sentimen tersebut mendorong kembali minat investor terhadap aset berisiko. Negara berkembang, termasuk Indonesia, ikut terdampak positif.
“Rupiah menguat terhadap dollar AS oleh harapan baik pada perkembangan seputar Greenland yg memicu sentimen risk on,” ujar Lukman saat dihubungi Kompas.com.
Faktor domestik turut menopang pergerakan rupiah. Sikap Bank Indonesia dinilai tidak terlalu dovish dalam hasil Rapat Dewan Gubernur pada Rabu lalu. Kondisi tersebut memperkuat persepsi pasar terhadap komitmen bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar.
Sebelumnya, Lukman memperkirakan rupiah bergerak menguat terbatas di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.950 per dollar AS.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis sore. IHSG melemah 41,17 poin atau 0,46 persen ke level 8.951,01.
Sejak pembukaan, IHSG sempat menguat di posisi 9.031,49 dan menyentuh level tertinggi 9.039,67. Tekanan jual muncul sejak awal sesi dan membuat indeks berbalik arah. Pelemahan sempat membawa IHSG ke level terendah 8.837,83 sebelum memangkas penurunan menjelang penutupan.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai. Volume transaksi mencapai 64,15 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 32,04 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 3,31 juta kali.
Tekanan saham terlihat dominan. Sebanyak 495 saham melemah, 191 saham menguat, dan 118 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat Rp 16.273,63 triliun.
Tag: #rupiah #menguat #lagi #ditutup #naik #persen #level #16820 #dollar