Prabowo di World Economic Forum Davos: Dunia Tertekan, Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh
Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).(YouTube Sekretariat Presiden )
21:12
22 Januari 2026

Prabowo di World Economic Forum Davos: Dunia Tertekan, Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh

Presiden Prabowo Subianto menilai dunia sedang menghadapi tekanan berat akibat perang yang masih berlangsung, meningkatnya ketidakpastian politik, serta rapuhnya kepercayaan antarnegara, antarlembaga, dan antara pemerintah dengan masyarakat.

Situasi global tersebut, menurut Prabowo, tidak menghentikan laju ekonomi Indonesia. Indonesia tetap mencatatkan pertumbuhan yang solid di tengah tekanan dunia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato kunci World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Prabowo menegaskan sejarah berulang kali menunjukkan keamanan dan stabilitas menjadi aset terpenting sebuah bangsa. Pembangunan dan kemanusiaan tidak akan berjalan tanpa fondasi tersebut.

“Saat ini perang masih terus berlangsung. Saat kepercayaan antara negara, antara institusi, dan antara rakyat, menjadi sangat rapuh,” ujar Prabowo.

“Sejarah mengajarkan kita bahwa keamanan dan stabilitas adalah aset yang paling penting. Keamanan dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pembangunan dan kemanusiaan. Tidak akan ada kemanusiaan tanpa keamanan,” lanjutnya.

IMF Sebut Indonesia Titik Terang

Prabowo menyoroti penilaian Dana Moneter Internasional atau IMF yang menyebut Indonesia sebagai “titik terang di dunia”. Penilaian itu, menurut Prabowo, bersumber dari data dan capaian ekonomi, bukan optimisme kosong.

Ia menyebut Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan saat banyak negara bergulat dengan tekanan keuangan, masalah perdagangan, dan ketidakpastian politik.

“Tuan-tuan dan hadirin sekalian, IMF baru-baru ini menyebut Indonesia sebagai, saya kutip, “titik terang di dunia”, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan global yang menantang. Sementara dunia menghadapi tekanan keuangan, masalah perdagangan,dan ketidakpastian politik, Indonesia terus tumbuh,” ujar Prabowo.

Ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen per tahun selama satu dekade terakhir. Prabowo optimistis pertumbuhan akan lebih tinggi pada 2026. Inflasi terjaga di kisaran 2 persen, sementara defisit anggaran pemerintah dipertahankan di bawah 3 persen dari produk domestik bruto.

Menurut Prabowo, stabilitas nasional bukan hasil kebetulan atau keberuntungan. Stabilitas lahir dari pilihan sadar bangsa untuk mengedepankan keamanan, kolaborasi, dan konsistensi menjaga kepercayaan publik serta internasional.

“Lembaga internasional tidak memuji Indonesia karena optimisme tanpa dasar. Mereka melakukannya berdasarkan bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh,” ucapnya.

“Kebijakan kami telah dan akan selalu dikalibrasi dengan baik. Keamanan dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan. Keamanan dan stabilitas di negara saya tidak terjadi karena keberuntungan,” lanjut Prabowo.

Ia menambahkan Indonesia tidak pernah mengalami kehancuran negara sepanjang sejarahnya. Transisi pemerintahan selalu berjalan, dan setiap presiden menghormati capaian pendahulunya. Konsistensi kebijakan pun tetap terjaga.

Danantara dan Arah Industrialisasi

Prabowo menilai pembangunan membutuhkan peran dunia usaha dan ketersediaan modal. Alokasi dan realokasi modal yang efisien menjadi kunci. Atas dasar itu, pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anggara Nusantara atau Danantara Indonesia sebagai sovereign wealth fund.

Danantara, yang bermakna energi untuk mempengaruhi masa depan Indonesia, dirancang sebagai dana kelolaan negara berskala besar. Keberadaan Danantara, menurut Prabowo, membuat Indonesia tampil sebagai mitra setara di tingkat global.

“Danantara adalah Sovereign Wealth Fund dengan aset kelolaan sebesar. Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya negara yang aman dan stabil, Indonesia kini juga menjadi negara penuh peluang. Sekali lagi saya katakan, saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengejutkan banyak orang di dunia,” kata Prabowo.

Melalui Danantara, Indonesia membuka ruang investasi dan kerja sama, terutama pembiayaan industri masa depan. Industrialisasi nasional akan dipercepat dengan pendekatan terukur.

Prabowo menegaskan Danantara dibangun dengan tata kelola kuat dan akuntabilitas institusional. Pemerintah diberi kewenangan merekrut profesional terbaik, termasuk dari luar negeri, untuk memimpin perusahaan negara.

Saat ini, Danantara mengelola 1.044 badan usaha milik negara. Jumlah tersebut akan dirasionalisasi menjadi sekitar 300 entitas melalui pengurangan inefisiensi dan penerapan standar tata kelola internasional.

Ia juga menyampaikan arah pembangunan nasional mencakup program sosial, hilirisasi sumber daya alam, serta target swasembada pangan dan energi.

Efisiensi Anggaran

Prabowo mengungkapkan dua bulan pertama masa pemerintahannya diisi program efisiensi ketat. Pemerintah menghentikan program yang dinilai tidak efisien dan meragukan.

“Dalam dua bulan pertama pemerintahan saya, kami menjalankan program efisiensi yang ketat. Kami menghemat 18 miliar dolar AS dengan menghentikan program yang tidak efisien dan meragukan,” ujarnya.

Tag:  #prabowo #world #economic #forum #davos #dunia #tertekan #ekonomi #indonesia #tetap #tumbuh

KOMENTAR