Purbaya: Pelemahan Rupiah Terjadi Sebelum Isu Calon Deputi Gubernur BI
()
15:32
22 Januari 2026

Purbaya: Pelemahan Rupiah Terjadi Sebelum Isu Calon Deputi Gubernur BI

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik, khususnya pelaku pasar keuangan tidak berspekulasi tentang pengajuan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Hal itu, kata Purbaya juga bukan alasan utama dari pelemahan nilai tukar rupiah yang berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

"Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, jadi itu bukan isu," kata Purbaya dalam acara pelantikan di Kanwil DJP Jakarta Utara, pada Kamis (22/1/2026).

Menurutnya ada faktor lain, antara lain kekhawatiran pelaku pasar tentang ketidakpastian global yang semakin tinggi, baik dari sisi geopolitik maupun suku bunga acuan AS.

Ia menyatakan sejumlah pihak, mulai dari BI selaku bank sentral hingga pemerintah pusat, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu), fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Purbaya meyakini BI memiliki langkah strategis untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kondisi rupiah yang terus mengalami depresiasi lantaran berbagai sinergi kebijakan dengan BI telah dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Purbaya berkomitmen bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjaga stabilitas sistem keuangan. Termasuk nilai tukar rupiah.

"Kita percaya Bank Sentral punya strategi yang tepat. Fundamental ekonomi kita terus diperbaiki dan akan semakin membaik. Jadi enggak usah khawatir," ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya mengaku sempat berdiskusi dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait kondisi ekonomi Tanah Air. Nilai tukar rupiah juga disebut menjadi salah satu topik pembahasan.

"Beliau (Dasco) hanya berdiskusi soal kondisi ekonomi secara keseluruhan dan setuju Rupiah seharusnya lebih kuat," katanya.

Adapun nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan di pasar spot Kamis (22/1/2026).

Mengutip data Bloomberg pukul 09.42 WIB, mata uang garuda berada di level Rp 16.900 per dollar AS, menguat 0,21 persen dibandingkan penutupan kemarin pada Rp 16.933 per dollar AS.

Sementara itu mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi pada awal perdagangan hari ini. Yen Jepang melemah 0,03 persen, disusul baht Thailand yang terkoreksi 0,25 persen.

Sedangkan, yuan China menguat 0,04 persen dan peso Filipina naik 0,19 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan tercatat melemah 0,13 persen.

Adapun dollar Singapura menguat tipis 0,05 persen, sedangkan dollar Hong Kong terpantau bergerak stagnan pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Adapun, pergerakan mata uang utama negara maju cenderung berada di zona hijau. Euro Eropa tercatat menguat 0,03 persen, diikuti poundsterling Inggris yang naik 0,01 persen.

Berbeda dengan keduanya, franc Swiss justru melemah tipis 0,01 persen.

Tag:  #purbaya #pelemahan #rupiah #terjadi #sebelum #calon #deputi #gubernur

KOMENTAR