Amran Ancam Cabut Izin Perusahaan Penggemukan Pemicu Daging Sapi Mahal
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (22/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
15:16
22 Januari 2026

Amran Ancam Cabut Izin Perusahaan Penggemukan Pemicu Daging Sapi Mahal

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bakal mencabut izin usaha pelaku yang menjadi penyebab mahalnya harga daging sapi.

Pernyataan itu disampaikan setelah Kementerian Pertanian menerima aduan dari asosiasi pedagang daging sapi. Aduan tersebut muncul menyusul aksi mogok jualan akibat mahalnya harga sapi timbang hidup dari perusahaan penggemukan.

“Kalau aku temukan—dan kami langsung suruh cek mulai hari ini—kalu aku temukan, pasti 99 persen aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu,” kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Amran memanggil pengusaha feedloter dalam rapat di Kementan pada hari yang sama. Keterangan yang diterima menunjukkan perbedaan versi.

Asosiasi pedagang daging sapi menyebut harga sapi timbang hidup dari feedloter berada di atas Harga Pokok Penjualan (HPP). Sebaliknya, feedloter mengklaim menjual sapi seharga Rp 55 per kilogram, di bawah HPP Rp 56 per kilogram.

Perbedaan itu mendorong Amran memerintahkan Satgas Pangan turun langsung ke lapangan untuk mengusut dugaan permainan harga.Lapak pedagang daging sapi yang masih buka di tengah aksi mogok, Pasar Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (22/1/2026).KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Lapak pedagang daging sapi yang masih buka di tengah aksi mogok, Pasar Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (22/1/2026).

Pemerintah, menurut Amran, telah memberikan kuota impor 700.000 ekor sapi bakalan kepada 80 perusahaan penggemukan. Kuota tersebut diberikan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.

Amran menilai penelusuran pelaku penyebab mahalnya harga daging sapi bukan perkara sulit.

“Suruh cek siapa yang bermain. Apakah penggemukannya, atau distributornya, atau siapa,” ujar Amran.

“Satgas kami sudah minta langsung turun cek. Dan pasti ketemu nanti siapa sebenarnya yang bermain-main,” lanjutnya.

Ia kembali menegaskan sanksi pencabutan izin impor akan dijatuhkan kepada perusahaan mana pun yang terbukti memainkan harga.

Tindakan tersebut dinilai telah menyulitkan masyarakat.

“(Kalau) aku temukan, aku cabut izinnya, you tulis hari ini. Dan Anda tulis juga siapa yang menaikkan di atas HPP. Kalau aku dapat, aku cabut izinnya,” ujar Amran.

“Dan dia selama kami masih menteri tidak akan mungkin dia masuk lagi dia bisa impor,” lanjutnya.

Sebelumnya, anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), bandar daging, serta pengelola Rumah Pemotongan Hewan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi menggelar aksi mogok jualan sejak Kamis (21/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas harga sapi timbang hidup dari perusahaan penggemukan yang dinilai melampaui ketentuan.

Pedagang meminta Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” tutur Ketua DPD APDI Jakarta Wahyu Purnama dalam keterangannya.

Tag:  #amran #ancam #cabut #izin #perusahaan #penggemukan #pemicu #daging #sapi #mahal

KOMENTAR