Update Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Penemuan Korban Ketiga hingga Black Box
Tim SAR gabungan mengantre untuk menuruni lereng gunung saat pencarian korban pesawat ATR 42-500 pada hari kelima di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). Hingga hari kelima pencarian, Tim SAR gabungan telah mengavakuasi dua korban dan menemukan kotak hitam pesawat yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) tersebut, sementara pencarian delapan korban lainnya masih dilanjutkan dengan kondisi cuaca dan medan yang ekstrem. A
08:44
22 Januari 2026

Update Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Penemuan Korban Ketiga hingga Black Box

- Proses pencarian korban dan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Sulawesi Selatan mulai menunjukkan hasil positif.

Hingga hari ke-5 pencarian, Tim SAR gabungan telah menemukan korban ketiga yang saat ini tengah diidentifikasi, serta kunci dari sebab kejadian, yaitu black box atau kotak hitam.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport (IAT) belum dapat disimpulkan, hingga black box ditemukan.

Pemerintah masih menantikan hasil penyelidikan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), termasuk analisis data dari kotak hitam (black box) pesawat, guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan penyebab kecelakaan.

"Berkaitan dengan sebab dari kejadian tersebut, kami tentunya masih menunggu hasil dari penyelidikan KNKT berkaitan dengan sebab-sebab kejadian dan bisa kami sampaikan bahwa sampai saat ini kami belum menemukan black box-nya," kata Dudy dalam Rapat Dengar Pendapat bersama dengan Komisi V DPR RI, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Penemuan Black Box

Tim SAR berhasil menemukan black box ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Sulsel pada Rabu (21/1/2026). Hal ini dikonfirmasi oleh Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, di Posko AJU Tompobulu, Pangkep. “Alhamdulillah kita bersyukur, pada pukul 11:00 Wita, tim yang kita bentuk khusus mencari ekor dan kita berhasil menemukan black box,” kata Dody Priyo.

Dia mengatakan, black box tersebut diturunkan menuju posko AJU Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep. “Alhamdulillah kita sudah lepas dari dudukannya dan sedang proses turun menuju posko,” kata Dody. “Kita prediksi akan tiba di posko sekitar tiga jam ke depan,” lanjutnya. “Untuk black box-nya ada di dalam bagian potongan ekor. Kemarin kita sudah mengidentifikasi secara visual namun belum bisa menuju ke lokasi,” ujarnya.

Untuk mempercepat pengungkapan jatuhnya pesawat, pihak SAR membentuk tim khusus dibantu tim gabungan untuk membawa black box ke posko. “Karena dari kontur dan medan yang penuh tantangan sehingga semalam kita rapat untuk menganalisa dan akhirnya kita membentuk tim khusus ini beserta teman-teman Basarnas dan tim reaksi cepat,” jelas dia.

Adapun penemuan black box oleh Tim SAR, berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Setelah dibawa ke posko, black box ini kemudian diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Setelah ditemukan, black box akan segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026). “Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” tambah dia.

BLACK BOX PESAWAT ATR 42-500- Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memperlihatkan black box dan VCR pada konferensi pers di Pos AJU SAR Gabungan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1/2026). Mayjen TNI Bangun Nawok mengatakan black box dan VCR bakal diserahkan ke Kabasarnas dan KNKT. Tribun Timur/ Renaldi Cahyadi BLACK BOX PESAWAT ATR 42-500- Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memperlihatkan black box dan VCR pada konferensi pers di Pos AJU SAR Gabungan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1/2026). Mayjen TNI Bangun Nawok mengatakan black box dan VCR bakal diserahkan ke Kabasarnas dan KNKT.

Apa fungsi black box?

Arif Anwar menjelaskan, Flight Data Recorder (FDR) merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, dan kinerja mesin.

Data ini sangat penting untuk merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan.

Sementara itu, Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam percakapan di kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat dan suara-suara penting selama penerbangan. “Secara umum, perangkat FDR dan CVR disimpan di bagian ekor pesawat.

Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar,” ujar dia.

Penemuan korban ketiga

Di hari kelima pencarian, Tim SAR gabungan juga menemukan satu korban pesawat ATR 42-500.

Korban jatuh di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). "Satu korban sudah diterima oleh keluarga, satu korban sedang diidentifikasi dan satu korban berhasil ditemukan dalam proses evakuasi," kata Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii di kantor Basarnas Makassar, Rabu (21/1/2026).

Korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA, dan ditemukan di lokasi sekitar tebing atau jurang Gunung Bulusaraung.

Meski demikian, Syafii mengaku belum mengetahui pasti identitas maupun jenis kelamin korban ketiga yang berhasil ditemukan oleh tim SAR tersebut. "Informasi yang saya dapat lebih condong pada body part, semua di tebing dan jurang," ungkapnya.

Syafii mengatakan, korban ketiga masih dalam proses evakuasi tim SAR gabungan.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan evakuasi dengan udara jika cuaca mendukung. "Saat ini masih dalam proses evakuasi, mudah-mudahan cuaca memungkinkan sehingga kita bisa evakuasi dengan cepat," pungkasnya.

Total jumlah korban ditemukan

Dengan ditemukannya korban terakhir, total 3 korban pesawat ATR 42-500 milik IAT telah ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Adapun korban yang telah teridentifikasi hanya Florencia Lolita (Pramugari). Sementara itu, jenazah yang ditemukan pertama berjenis kelamin laki-laki pada (20/1/2026) belum teridentifikasi.

Demikian juga dengan korban ketiga (laki-laki) yang ditemukan pada (21/1/2026) juga sedang diidentifikasi.

Secara keseluruhan, pesawat tersebut membawa 10 orang (3 penumpang dan 7 kru). Di antaranya, penumpang (Pegawai KKP), Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

Kemudian, Kru Pesawat, yakni Capt.

Andy Dahananto (Pilot), Farhan Gunawan (Co-Pilot), Hariadi (FOO), Restu Adi P (EOB), Dwi Murdiono (EOB), Florencia Lolita (FA - Sudah Ditemukan), dan Esther Aprilita S (FA). Tim SAR tetap fokus pada pencarian korban dan properti penting di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).

“Penemuan ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan obyek penting di lokasi kejadian,” tegas Arif Anwar.

Tag:  #update #kecelakaan #pesawat #penemuan #korban #ketiga #hingga #black

KOMENTAR