Protes Harga Sapi Hidup Mahal, Pedagang Daging Se-Jabodetabek Mogok Jualan
Penjual daging di Pasar Pondok Bambu Jakarta Timur.(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)
08:04
22 Januari 2026

Protes Harga Sapi Hidup Mahal, Pedagang Daging Se-Jabodetabek Mogok Jualan

- Pedagang daging sapi, bandar sapi potong, hingga Rumah Pemotongan Hewan (RPH) se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mogok berjualan mulai hari Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta, Wahyu Purnama mengatakan, aksi mogok berjualan ini merupakan bentuk protes para pedagang dan bandar.

“Melalui surat ini kami memberitahukan seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan Aksi Mogok Dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” kata Wahyu dalam surat resmi yang diterima Kompas.com, Kamis.

Wahyu mengatakan, bandar pemotongan dan para pedagang sapi dihadapkan pada tingginya harga sapi timbang hidup dari Feedlotter.

Akibatnya, harga karkas dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) juga ikut melonjak.

Pada saat yang bersamaan, daya beli masyarakat justru anjlok.

APDI juga mengaku kecewa karena hasil rapat antara asosiasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian serta instansi terkait tidak terwujud.

Rapat yang digelar pada 5 Januari 2026 itu menyepakati jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah.

”Ternyata tidak terealisasi,” ujar Wahyu.

Menurutnya, tingginya harga sapi timbang hidup juga sangat dirasakan masyarakat menengah ke bawah.

Oleh karena itu, untuk menjaga eksistensi dan menciptakan kondisi yang lebih baik, APDI merasa perlu melakukan aksi mogok di seluruh pasar dan RPH se-Jakarta, Bogor, Depok, Banten, dan Bekasi (Jabodetabek). Lebih lanjut, DPD APDI meminta Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bisa segera bertindak guna mengendalikan harga daging sapi.

“Untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM hilirisasi,” tutur Wahyu.

Pernyataan mogok dagang itu kemudian dikirimkan DPD APDI ke Kementerian Perdagangan, Bapanas, Komisi IV DPR RI, Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan RPH se-Jabodetabek.

Tag:  #protes #harga #sapi #hidup #mahal #pedagang #daging #jabodetabek #mogok #jualan

KOMENTAR