Empat Wilayah Akan ''Groundbreaking'' Proyek Danantara ''Waste to Energy'' Akhir Kuartal I-2026
Terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang program waste to energy (WtE) disambut positif oleh pelaku usaha. Aturan ini dinilai memberi kepastian investasi dalam proyek energi berbasis pengolahan sampah.()
18:36
21 Januari 2026

Empat Wilayah Akan ''Groundbreaking'' Proyek Danantara ''Waste to Energy'' Akhir Kuartal I-2026


- Lead of Waste Energy Danantara, Fadli Rahman menargetkan sebanyak 4 daerah akan groundbreaking atau peletakan batu pertama Proyek Waste to Energy (WTE) pada akhir kuartal I-2026.

Fadli mengatakan, hal ini sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan krisis sampah nasional. Dia menyebut proyek WTE ini bukan sekadar investasi infrastruktur, melainkan solusi jangka panjang yang krusial bagi generasi saat ini dan mendatang.

“Nah, keempat kota ini kita akan mengumumkan siapa mitra kita setelah proses seleksi mitra ini selesai dalam beberapa pekan ke depan,” ujar Fadli di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Adapun empat wilayah telah menyatakan kesiapan penuh sejak akhir 2025, yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Denpasar dan wilayah sekitarnya, Yogyakarta dan sekitarnya, serta Kota Bekasi.

“Kemudian akan kita lakukan groundbreaking, mudah-mudahan di akhir kuartal-I 2026 ini untuk proses konstruksi selama sekitar 1,5 sampai 2 tahun,” lanjutnya.

Menurutnya, persoalan sampah di Indonesia telah melampaui kapasitas penanganan konvensional dan membutuhkan terobosan besar yang terintegrasi.

“Ini adalah proyek paling penting untuk generasi kita dan generasi berikutnya. Masalah sampah sudah jauh lebih besar dari apa yang bisa kita tanggulangi dengan cara lama, dan jangan sampai benar-benar menjadi tidak terkendali,” ujar Fadli.

Fadli membandingkan kondisi Indonesia saat ini dengan China pada awal 2.000-an, ketika negara tersebut menghadapi krisis sampah serupa dengan tingkat pendapatan per kapita yang relatif sama.

Saat itu, China memulai program besar-besaran waste to energy yang kini berkembang pesat dengan lebih dari 1.000 fasilitas, mayoritas menggunakan teknologi mechanical grate incinerator yang canggih dan ramah lingkungan.

Teknologi insinerasi modern yang akan diterapkan di Indonesia, lanjut Fadli, memiliki standar pembakaran yang sangat sempurna serta sistem penyaringan berlapis yang ketat.

Bahkan, standar emisi yang diterapkan disebut lebih ketat dibandingkan regulasi Uni Eropa. Hal ini menjadi komitmen Danantara dalam memastikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu 4 wilayah yang sudah berkomitmen, terdapat enam kota dan kabupaten lain yang juga telah menyatakan kesiapan dan akan segera memasuki tahap pemilihan mitra.

“Kemudian ada 6 kota dan kabupaten berikutnya yang sudah menyatakan kesiapannya juga, dan ini akan dimulai proses pemilihan mitranya dalam waktu dekat,” kata dia.

“Kami berharap, dan kita tetap akan usahakan sesegera mungkin di akhir kuartal I-2026 akan kita launching untuk kemudian waktunya itu akan menyusul,” tambahnya.

Seluruh proses percepatan ini dinilai relatif cepat, mengingat Peraturan Presiden terkait proyek ini baru diterbitkan pada akhir 2025.

Dia bilang, proses penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA), proses penandatanganan perjalanan kerjasama, hingga proses Joint Venture Agreement (JVA) sudah hampir selesai dalam 4 bulan sejak Perpres 109 Tahun 2025 ditandatangani.

“Dan ini kita targetkan semua tanggal-tanggalnya di bulan Februari 2026,” tambah dia.

Meski demikian, Fadli menegaskan bahwa proyek waste to energy bukan satu-satunya jawaban atas persoalan sampah nasional. Dengan kapasitas sekitar 1.000–1.500 ton per lokasi, total kontribusi WTE diperkirakan hanya mampu menangani sekitar 30 persen timbulan sampah harian Indonesia.

“Ini bisa menjadi solusi dan katalis, tapi bukan solusi tunggal. Sisanya tetap harus ditangani dengan berbagai pendekatan lain, seperti RDF, gasifikasi, dan yang paling penting pemilahan sampah dari hulu,” tegasnya.

Tag:  #empat #wilayah #akan #groundbreaking #proyek #danantara #waste #energy #akhir #kuartal #2026

KOMENTAR