Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
07:56
21 Januari 2026

Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif

Baca 10 detik
  • IHSG berakhir stagnan, namun investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp6,5 miliar pada saham komoditas dan *big caps*.
  • Analis memprediksi IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan Rabu (21/1/2026) dengan rentang prediksi pergerakan teknikal tertentu.
  • Bursa Wall Street dan Asia melemah signifikan akibat ancaman tarif impor baru oleh Presiden Trump terkait isu kedaulatan Greenland.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sebelumnya dengan penguatan tipis sebesar 0,01%.

Meski bergerak stagnan, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp6,5 miliar, dengan fokus akumulasi pada saham-saham big caps dan komoditas seperti BBRI, PTRO, BRMS, ANTM, dan ADRO.

Namun, untuk perdagangan Rabu (21/1/2026), Fanny Suherman selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berisiko mengalami tekanan koreksi.

Secara teknikal, pergerakan indeks hari ini diproyeksikan berada pada rentang:

Level Support: 9.025 - 9.075
Level Resistance: 9.180 - 9.220

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah sekuritas telah merilis daftar saham pilihan guna menghadapi volatilitas pasar:

BNI Sekuritas: Merekomendasikan saham MINA, BRMS, ARCI, SMDR, KIJA, dan EMTK.

Mandiri Sekuritas (via Growin): Menyarankan BRMS untuk strategi swing trade, sementara MDKA, ARCI, dan DEWA dijagokan untuk aktivitas daytrade.

Wall Street Terpuruk Akibat Manuver Trump

Pasar saham Amerika Serikat ditutup rontok pada Selasa malam menyusul pernyataan provokatif Presiden Donald Trump.

Tensi geopolitik memanas setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor baru terhadap delapan negara anggota NATO sebagai alat tawar untuk mengakuisisi Greenland.

Efek domino dari pernyataan tersebut menyebabkan indeks Dow Jones anjlok 1,76%, S&P 500 merosot 2,06%, dan Nasdaq jatuh paling dalam sebesar 2,39%.

Trump berencana menerapkan tarif awal 10% pada Februari 2026 dan naik menjadi 25% pada Juni mendatang.

Ia bahkan mengancam tarif hingga 200% pada produk Prancis karena Presiden Emmanuel Macron enggan mendukung inisiatif Board of Peace. Ketegangan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan terjadinya perang dagang yang lebih luas.

Bursa Asia Ikut Terseret Sentimen "Greenland"

Sentimen negatif dari Washington merembet ke kawasan Asia-Pasifik. Investor mulai mewaspadai potensi kebijakan balasan dari negara-negara Eropa yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global.

Jepang: Indeks Nikkei 225 turun 1,11% menyusul rencana Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk membubarkan parlemen (parlemen) dan menggelar pemilu dipercepat (snap election) pada 8 Februari.

Kawasan Lain: Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,66%, sementara Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,29%. Sebaliknya, Kosdaq Korea Selatan menjadi salah satu yang bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,83% di tengah pelemahan mayoritas indeks regional.

Ketegangan terkait kedaulatan Greenland dan Kepulauan Chagos yang disinggung Trump menjadi faktor krusial yang diprediksi akan terus menekan selera risiko investor dalam jangka pendek.


DISCLAIMER: Investasi pada instrumen saham dan aset kripto memiliki risiko volatilitas tinggi. Analisis dan rekomendasi yang disajikan merupakan pandangan dari lembaga sekuritas terkait dan bukan merupakan jaminan keuntungan pasti. Selalu terapkan manajemen risiko dan lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengeksekusi transaksi di pasar modal.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #saham #rekomendasi #hari #saat #ihsg #dibayangi #sentimen #negatif

KOMENTAR