Isu Greenland Bikin Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Lagi
Ilustrasi harga emas.(canva.com)
19:36
19 Januari 2026

Isu Greenland Bikin Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Lagi

- Harga emas dan perak melonjak ke level tertinggi baru hanya beberapa hari setelah menembus rekor sebelumnya. Para investor berbondong-bondong masuk ke aset lindung nilai (safe haven) di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang bergejolak.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 1,71 persen menjadi 4.674,20 dollar AS per ons pada Senin (19/1/2026), setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi pekan lalu. Sementara itu, harga emas spot menguat 1,6 persen ke 4.668,14 dollar AS per ons.

Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif terhadap barang dari delapan negara Eropa hingga tercapai kesepakatan terkait “pembelian Greenland secara lengkap dan total”, seiring meningkatnya retorika Trump soal rencana aneksasi pulau Arktik tersebut.

“Reli emas memang sangat kuat, tetapi tetap didukung oleh fundamental yang masih solid. Dengan suku bunga riil yang berpotensi turun dan bank sentral yang terus melakukan diversifikasi cadangan, kami melihat lebih banyak alasan bagi emas untuk berkonsolidasi atau bergerak naik secara bertahap dibandingkan mengalami koreksi tajam,” ujar George Cheveley, manajer portofolio sumber daya alam di Ninety One, dalam laporan prospek sektoral 2026 yang dipublikasikan Senin, seperti dikutip dari CNBC.

Dalam laporan tersebut, margin keuntungan pada harga saat ini diperkirakan empat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan 2024.

Perak mengikuti lonjakan emas dan dinilai tetap nyaman di level harga tinggi. Kontrak berjangka perak AS untuk pengiriman Maret naik ke rekor 93,035 dollar AS per ons, dan terakhir tercatat menguat 5,06 persen ke 93,02 dollar AS. Harga perak spot juga naik 3,55 persen menjadi 93,16 dollar AS per ons.

Emas dan perak biasanya menjadi tujuan investasi pada periode ketidakpastian tinggi, ketika aset berisiko seperti saham mulai ditinggalkan investor.

Penerapan tarif terkait Greenland ini menyusul sejumlah langkah geopolitik AS lainnya, termasuk penangkapan Presiden Venezuela pada 3 Januari dan pengambilalihan industri minyak negara tersebut, serta pernyataan Trump mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran di tengah pengetatan terhadap aksi protes sipil—meski ancaman itu tampak mereda pekan lalu.

Pasar saham Eropa dan Asia-Pasifik mayoritas melemah pada Senin, seiring investor menimbang risiko geopolitik. Saham sejumlah produsen mobil besar Eropa dan perusahaan barang mewah utama turun pada perdagangan pagi, di tengah kekhawatiran tarif.

Trump menyebut tarif awal sebesar 10 persen mulai 1 Februari, yang akan meningkat menjadi 25 persen per 1 Juni jika tidak tercapai kesepakatan. Indeks Stoxx Europe 600 Automobiles & Parts turun 2,2 persen, sementara indeks Stoxx Europe Luxury 10 merosot 2,9 persen.

Negara-negara Eropa dilaporkan tengah mempertimbangkan tarif balasan serta langkah-langkah penanggulangan ekonomi yang lebih luas.

Selain itu, penyelidikan pidana Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell turut mengguncang pasar, ketika investor menilai dampak jangka panjang dari tekanan verbal Trump agar bank sentral menurunkan suku bunga.

Sementara itu, konflik di Ukraina masih berlanjut, dan proses pemulihan di Gaza diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.

Logam dasar lainnya juga mencatatkan kenaikan, namun lebih dipicu oleh tren struktural jangka panjang ketimbang faktor geopolitik. Tembaga khususnya dinilai memiliki profil risiko-imbalan yang “menarik” berkat permintaan dari sektor energi dan infrastruktur pusat data, menurut Cheveley.

Kontrak berjangka tembaga AS untuk pengiriman Maret terakhir naik 0,54 persen ke 5,8625 dollar AS per ons, meski memangkas kenaikan dari puncak yang dicapai pada 6 Januari.

Tag:  #greenland #bikin #harga #emas #perak #cetak #rekor #lagi

KOMENTAR