Rupiah Melemah Dekati Level 17.000, Ini Penyebabnya
Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)
17:36
19 Januari 2026

Rupiah Melemah Dekati Level 17.000, Ini Penyebabnya

Nilai tukar rupiah melemah tajam dan semakin mendekati level Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (19/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang garuda di pasar spot ditutup di posisi Rp 16.955 per dollar AS, melemah 68 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan kemarin.

Pelemahan rupiah juga tecermin pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Bank Indonesia (BI) mencatat Jisdor hari ini berada di level Rp 16.935 per dollar AS, melemah 55 poin atau 0,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong, mengatakan, pelemahan rupiah hari ini tidak terlepas dari kekhawatiran pasar terhadap prospek defisit anggaran yang berpotensi melewati batas 3 persen, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan BI.

Kombinasi kedua faktor tersebut mendorong investor bersikap lebih defensif terhadap aset berdenominasi rupiah.

"Penyebabnya masih sama, kekuatiran defisit anggaran melewati 3 persen dan prospek pemangkasan suku bunga BI," kata dia saat dihubungi Kompas.com.

Menurut dia,  nasib rupiah bergantung pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Arah komunikasi kebijakan BI akan dinilai menentukan persepsi pasar, khususnya terkait komitmen menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.

"Ada potensi (tembus 17.000), namun tidak bisa sepenuhnya pasti. Tergantung pada retorika dalam RDG BI," ujar Lukman.

IHSG cetak rekor baru lagi

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melanjutkan penguatan dan mencetak level tertinggi sepanjang sejarah (ATH) hari ini.

Hingga penutupan Senin pukul 16.00 WIB, IHSG menguat 58,46 poin atau 0,64 persen ke posisi 9.133,87, sekaligus menandai rekor baru bagi pergerakan indeks.

Sejak dibuka di posisi 9.098,70, IHSG langsung bergerak di zona hijau.

Meski sempat mengalami tekanan di awal sesi dan turun hingga menyentuh level terendah harian 9.025,99, indeks berbalik arah dan menguat secara konsisten hingga menembus 9.100 dan ditutup di posisi tertingginya hari ini.

Aktivitas perdagangan berlangsung ramai.

Volume transaksi mencapai 85,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 35,91 triliun. Frekuensi transaksi menembus 3,93 juta kali.

Dari sisi pergerakan saham, penguatan IHSG ditopang oleh 377 saham yang menguat, sementara 318 saham melemah dan 110 saham bergerak stagnan.

Seiring dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp 16.670 triliun.

Tag:  #rupiah #melemah #dekati #level #17000 #penyebabnya

KOMENTAR